KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang pada November 2025 mencapai 64,69 persen. Angka ini meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebesar 56,34 persen, atau naik 8,35 poin persentase.
“Kenaikan TPK pada November 2025 menunjukkan adanya peningkatan permintaan kamar hotel, baik dari tamu domestik maupun kegiatan institusional yang kembali berjalan,” kata Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama Prianto.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, TPK November 2025 memang masih mengalami penurunan sebesar 2,34 poin persentase dari November 2024 yang mencapai 67,03 persen.
Namun demikian, tren bulanan sepanjang 2025 menunjukkan perbaikan yang cukup konsisten sejak titik terendah pada Maret 2025. Data BPS mencatat bahwa TPK hotel bintang di Balikpapan sempat menyentuh level terendah pada Maret 2025, yakni sebesar 39,20 persen.
Setelah itu, tingkat hunian berangsur membaik pada bulan-bulan berikutnya hingga akhirnya menutup November dengan capaian di atas 64 persen. “Memang ada sedikit pergerakan,” tutur Marinda.
Dilihat berdasarkan klasifikasi hotel, pada November 2025 hotel bintang 3 mencatat TPK tertinggi sebesar 73,13 persen. Sebaliknya, hotel bintang 1 dan 2 mencatat TPK terendah, yakni 40,87 persen.
Sementara itu, hotel bintang 4 dan bintang 5 masing-masing mencatat TPK sebesar 63,39 persen dan 71,14 persen.
BPS menilai sektor perhotelan memiliki peran strategis dalam menggerakkan sektor pendukung lain, seperti transportasi, kuliner, dan jasa pendukung pariwisata. Peningkatan TPK diharapkan dapat berlanjut di tahun ini kendati dihadapkan berbagai macam tantangan.
Marinda menjelaskan bahwa perbedaan tingkat hunian antar kelas hotel menunjukkan segmentasi pasar yang cukup jelas.
Hotel bintang menengah hingga atas relatif lebih diuntungkan oleh kunjungan tamu bisnis dan kegiatan resmi, sementara hotel kelas bawah masih menghadapi tantangan dalam menarik tamu secara konsisten.
“Struktur permintaan kamar hotel di Balikpapan masih didominasi oleh kebutuhan bisnis dan kedinasan, sehingga hotel bintang 3 ke atas cenderung memiliki tingkat hunian lebih tinggi,” jelasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo