Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Inflasi Desember 2025 Balikpapan Didominasi Jasa dan Konsumsi, Perawatan Pribadi Juga Ikut Melonjak

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 6 Januari 2026 | 20:15 WIB
WASPADA: Lonjakan harga pada komoditas pangan membuat inflasi di Balikpapan naik pada akhir tahun.
WASPADA: Lonjakan harga pada komoditas pangan membuat inflasi di Balikpapan naik pada akhir tahun.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pola inflasi di Balikpapan pada Desember 2025 menunjukkan pergeseran menarik, di mana lonjakan harga tidak hanya didorong oleh komoditas pangan, tetapi juga oleh sektor jasa dan kebutuhan penunjang gaya hidup masyarakat perkotaan.

Dibuktikan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi year-on-year tertinggi, mencapai 13,09 persen.

Terkait itu, Kepala BPS Kota Balikpapan Marinda Dama, menyampaikan bahwa inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil sebesar 0,79 persen terhadap inflasi total Desember 2025.

“Kenaikan pada kelompok ini menunjukkan meningkatnya konsumsi jasa, seperti perawatan pribadi, emas perhiasan, dan berbagai layanan yang berkaitan dengan aktivitas masyarakat,” tuturnya.

Secara keseluruhan, inflasi Balikpapan pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,71 persen secara y-on-y, dengan inflasi m-to-m sebesar 0,71 persen dan inflasi year-to-date juga berada di angka 2,71 persen.

Grafik ringkasan inflasi yang dirilis BPS memperlihatkan tiga indikator utama tersebut bergerak sejajar pada akhir tahun, menandakan konsistensi tekanan harga sepanjang 2025.

Jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, selain perawatan pribadi, sektor transportasi mencatat inflasi y-on-y sebesar 3,30 persen, disusul kelompok pendidikan sebesar 2,84 persen dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,65 persen.

Kenaikan ini menggambarkan meningkatnya mobilitas dan aktivitas sosial masyarakat Balikpapan, khususnya menjelang akhir tahun. “Desember biasanya diwarnai dengan peningkatan mobilitas, libur sekolah, dan aktivitas rekreasi. Ini tercermin dari naiknya indeks pada kelompok transportasi dan rekreasi,” jelas Marinda.

Grafis distribusi andil inflasi menurut kelompok pengeluaran menunjukkan batang tertinggi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,44 persen. Namun, batang kedua tertinggi justru berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, mengungguli sektor-sektor esensial lain seperti pendidikan dan kesehatan.

Untuk inflasi bulanan, kelompok transportasi mencatat inflasi m-to-m sebesar 2,16 persen dan menjadi penyumbang terbesar inflasi Desember 2025 secara bulanan dengan andil 0,29 persen. Komoditas seperti angkutan udara, bensin, dan jasa transportasi lainnya menjadi pendorong utama.

Sebaliknya, beberapa kelompok mengalami deflasi dan menjadi penahan laju inflasi. Kelompok pakaian dan alas kaki mengalami deflasi m-to-m sebesar 0,49 persen, sementara kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga relatif stabil dengan perubahan indeks mendekati nol.

BPS mengingatkan perlunya pengendalian harga yang lebih terfokus, tidak hanya pada komoditas pangan, tetapi juga pada sektor jasa yang semakin berperan besar dalam pembentukan inflasi daerah. Marinda menilai kondisi ini menunjukkan struktur inflasi Balikpapan yang semakin dipengaruhi oleh sektor jasa.

“Inflasi tidak hanya berasal dari kebutuhan dasar, tetapi juga dari meningkatnya konsumsi jasa dan barang non-pokok, seiring dengan tumbuhnya kelas menengah dan aktivitas ekonomi kota,” katanya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#komoditas pangan #gaya hidup #inflasi #balikpapan