Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Inflasi di Balikpapan Disebut Terkendali dan di Bawah Nasional, Layak Diapresiasi

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 6 Januari 2026 | 20:36 WIB
TERKENDALI: Stabilitas harga di Balikpapan masih terjaga meskipun berada di tengah tekanan permintaan akhir tahun yang biasanya sangat tinggi.
TERKENDALI: Stabilitas harga di Balikpapan masih terjaga meskipun berada di tengah tekanan permintaan akhir tahun yang biasanya sangat tinggi.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pergerakan inflasi di Balikpapan pada penutup 2025 menunjukkan tren positif dan tetap berada dalam koridor target pemerintah. Berdasarkan data terbaru, Indeks Harga Konsumen (IHK) Balikpapan pada Desember 2025 mengalami inflasi sebesar 0,71 persen secara bulanan.

Angka ini membawa inflasi tahunan Balikpapan berada pada level 2,71 persen, sebuah pencapaian yang dinilai cukup baik karena masih lebih rendah dibandingkan dengan angka inflasi nasional yang mencapai 2,92 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut yang menurutnya tidak lepas dari kerja keras berbagai pihak di daerah.

Ia menjelaskan bahwa posisi inflasi ini membuktikan bahwa stabilitas harga di Balikpapan masih terjaga meskipun berada di tengah tekanan permintaan akhir tahun yang biasanya sangat tinggi.

"Meskipun sedikit lebih tinggi dari gabungan empat kota di Kalimantan Timur yang sebesar 2,68 persen, angka Balikpapan tetap dalam sasaran inflasi nasional 2,5 persen plus minus 1 persen," sebutnya.

Robi menjelaskan, realisasi inflasi tahun 2025 di Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara yang terkendali dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2025 tersebut patut kita syukuri dan apresiasi.

Sinergi dan kolaborasi yang kuat dari berbagai mitra utama di Balikpapan, PPU, dan Paser dalam bingkai Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID di masing-masing wilayah, serta dukungan dari berbagai pihak terkait, dengan berbagai langkah aktif dan nyata yang dilakukan telah berhasil melakukan pengelolaan dan pengendalian inflasi daerah secara optimal.

Melihat ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga momentum ini melalui berbagai program strategis. Fokus utama tetap pada penguatan pasokan pangan dan efektivitas distribusi agar daya beli masyarakat tidak terganggu.

"Bank Indonesia akan senantiasa bersinergi dengan berbagai pihak melalui program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan untuk menjaga tingkat inflasi daerah pada rentang sasaran inflasi nasional 2026 sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen, serta mendorong optimalisasi implementasi program," ucapnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Tren Positif #inflasi #balikpapan