KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja angkutan barang melalui jalur laut di Kalimantan Timur menunjukkan tren positif pada November 2025. Volume barang yang diangkut tercatat mencapai 9.999,04 ribu ton, atau naik 2,73 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Yusniar Juliana, menyebut kenaikan dipicu meningkatnya aktivitas bongkar muat di sejumlah pelabuhan.
Peningkatan volume angkutan barang terjadi di Pelabuhan Tanah Grogot 20,27 persen, Bontang 17,17 persen, Tanjung Redeb 17,13 persen, Tanjung Santan 14,59 persen, serta Pelabuhan Samarinda 0,24 persen. Namun, tidak semua pelabuhan mencatat pertumbuhan.
Penurunan volume angkutan barang terjadi di Sangkulirang 9,03 persen, Semayang 9,00 persen, Kariangau 5,96 persen, Sangatta 5,44 persen, dan Kuala Samboja 2,28 persen.
Secara kumulatif, Yusniar menjelaskan kinerja angkutan laut masih tumbuh. “Jumlah barang yang diangkut selama periode Januari-November 2025 mencapai 99.253,81 ribu ton naik 1,28 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024,” katanya.
Kenaikan kumulatif terjadi di Pelabuhan Semayang 35,58 persen, Sangkulirang 14,79 persen, Kuala Samboja 12,23 persen, Samarinda 10,70 persen, Tanah Grogot 4,31 persen, dan Tanjung Redeb 3,51 persen. Sementara penurunan tercatat di Tanjung Santan 48,32 persen, Kariangau 44,37 persen, Bontang-Lhok Tuan 15,23 persen, dan Sangatta 14,57 persen.
Pada November 2025, angkutan barang laut didominasi Pelabuhan Kuala Samboja dengan volume 2.810,25 ribu ton atau 28,10 persen dari total. Pelabuhan lain dengan kontribusi besar adalah Sangkulirang 1.821,92 ribu ton, Tanjung Redeb 1.578,10 ribu ton, Tanah Grogot 1.491,57 ribu ton, dan Sangatta 1.428,54 ribu ton. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo