Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Aktivitas Pelabuhan di Balikpapan Menguat, Kunjungan Kapal Dalam Negeri pada November 2025 Naik

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 11 Januari 2026 | 17:34 WIB
MAKIN RAMAI: Kunjungan kapal dalam negeri di Pelabuhan Semayang dan Peti Kemas Kariangau tercatat mengalami peningkatan signifikan pada November 2025.
MAKIN RAMAI: Kunjungan kapal dalam negeri di Pelabuhan Semayang dan Peti Kemas Kariangau tercatat mengalami peningkatan signifikan pada November 2025.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Aktivitas kepelabuhanan di Balikpapan menunjukkan tren positif pada November 2025. Kunjungan kapal dalam negeri di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau tercatat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama mengatakan, peningkatan ini menjadi sinyal membaiknya arus logistik dan mobilitas barang.

Dia merinci jumlah kunjungan kapal dalam negeri pada November 2025 sebanyak 1.910 unit. Angka ini meningkat 3,08 persen dibandingkan Oktober 2025 dan melonjak 64,51 persen jika dibandingkan dengan November 2024.

“Peningkatan kunjungan kapal dalam negeri ini menunjukkan aktivitas distribusi barang dan logistik di Balikpapan kembali bergerak cukup kuat, seiring kebutuhan pasokan antardaerah yang meningkat,” kata Marinda.

Dari sisi Gross Register Tonnage (GRT), total bobot kapal yang berlabuh pada November 2025 mencapai 5.146.629 GRT. Capaian ini mengalami kenaikan 2,46 persen dibandingkan Oktober 2025, meskipun masih tercatat turun 15,54 persen jika dibandingkan dengan November 2024.

Sementara itu, berdasarkan Length Overall (LOA), total panjang kapal yang tercatat mencapai 121.048 LOA, naik 2,79 persen dibandingkan Oktober 2025 dan meningkat tajam 57,09 persen dibandingkan November 2024.

Menurut Marinda, fluktuasi GRT dan LOA mencerminkan variasi ukuran kapal yang berlabuh. “Kenaikan jumlah unit kapal tidak selalu sejalan dengan kenaikan GRT, karena ukuran dan jenis kapal yang masuk bisa berbeda. Namun secara umum, intensitas aktivitas pelabuhan tetap terjaga," tuturnya.

Peningkatan ini dinilai strategis bagi perekonomian Balikpapan yang berperan sebagai simpul logistik Kalimantan Timur. Arus kapal yang lebih ramai berkontribusi terhadap kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok, material industri, serta mendukung aktivitas sektor perdagangan dan jasa pelabuhan.

Ke depan, BPS Balikpapan melihat peluang penguatan aktivitas pelabuhan masih terbuka. “Jika stabilitas ekonomi terjaga dan permintaan logistik tetap tinggi, aktivitas pelabuhan diperkirakan akan terus bergerak positif,” tutup Marinda. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#logistik #Aktivitas #kunjungan kapal #arus barang #balikpapan #pelabuhan semayang