KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kinerja angkutan laut dalam negeri di Balikpapan pada November 2025 mengalami penurunan, terutama dari sisi volume barang yang dibongkar dan dimuat.
Jumlah barang angkutan laut dalam negeri yang dibongkar di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau pada November 2025 tercatat sebesar 187.967 ton. Angka ini turun 9,32 persen dibandingkan Oktober 2025 dan menurun 25,10 persen dibandingkan November 2024.
“Penurunan volume bongkar barang ini mengindikasikan adanya penyesuaian permintaan atau distribusi barang antardaerah,” beber Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama.
Kondisi ini tercermin dari data yang menunjukkan pelemahan aktivitas logistik domestik dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, untuk barang yang dimuat atau dikirim dari Balikpapan, volumenya tercatat sebesar 23.889 ton. Jumlah ini turun 7,58 persen dibandingkan Oktober 2025 dan bahkan turun cukup dalam sebesar 42,14 persen dibandingkan November 2024.
Secara total, volume barang angkutan laut dalam negeri pada November 2025 tercatat 211.856 ton atau turun 9,13 persen secara bulanan dan turun 27,51 persen secara tahunan. Menurut Marinda, penurunan ini dapat dipengaruhi oleh faktor musiman dan pola distribusi barang yang tidak merata sepanjang tahun.
“Pada periode tertentu, aktivitas pengiriman bisa melambat, terutama jika stok barang di daerah tujuan masih mencukupi,” ujar Marinda.
BPS Balikpapan menilai perlu adanya pemantauan lanjutan untuk melihat apakah tren ini bersifat sementara atau berlanjut pada bulan-bulan berikutnya, seiring dinamika ekonomi regional dan nasional.
"Meski terjadi penurunan, Balikpapan tetap berperan sebagai salah satu pusat distribusi utama di Kalimantan Timur. Aktivitas pelabuhan yang tetap berjalan menunjukkan sistem logistik masih berfungsi dengan baik," tandasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo