KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Menu bakaran dengan cita rasa Jawa menjadi magnet baru di HARRIS Hotel Samarinda. Dalam tiga bulan terakhir, dua menu utama yakni Iga Gongso Nusantara dan Bebek Bakar Solo menjadi incaran tamu yang datang, terutama pada malam hari.
Chef De Partie HARRIS Hotel Samarinda, Jay, mengatakan pengembangan menu itu berangkat dari kebiasaan tamu yang cenderung menyukai olahan bakar dengan rasa kuat dan aromatik.
Iga Gongso menjadi salah satu menu yang paling sering diulang pemesanannya. Jay menjelaskan, istilah gongso merujuk pada teknik tumis khas Jawa yang memadukan kecap, cabai, bawang merah, dan bawang putih.
Sebelum ditumis, iga terlebih dahulu direbus menggunakan aneka rempah hingga empuk. Proses tersebut menghasilkan tekstur daging lembut dengan aroma smoky yang kuat saat dimasak.
“Sudah direbus pakai rempah, jadi aromanya wangi, aromatik dan smoky. Ada kapulaga, pokoknya full rempah supaya dagingnya juga enggak bau amis dan empuk,” katanya. Disajikan lengkap dengan tempe goreng, lalapan, sambal terasi, tomat segar, serta jeruk nipis. Menu itu dibanderol Rp138 ribu nett per porsi.
Selain iga, Bebek Bakar Solo juga menjadi favorit. Bebek diolah dengan teknik presto agar empuk dan tidak beraroma amis. “Kami presto dengan berbagai macam rempah supaya aromanya hilang,” kata Jay.
Setelah itu, bebek dibakar dengan bumbu kecap hingga meresap ke dalam daging. Menu itu disajikan bersama ikan asin layur crispy, sambal ijo, dan pelengkap lainnya. “Satu paket Rp88 ribu nett, bebeknya seperempat ekor,” ungkapnya.
Jay menyebut, kedua menu tersebut kerap dipesan ulang oleh tamu, bahkan ada yang datang khusus untuk mencarinya. “Mereka repeat order, bahkan ada yang jauh-jauh dari Sangatta dan kalau ke Samarinda, pesannya si gongso ini,” tuturnya.
Dua menu andalan itu tersedia selama 24 jam dan paling banyak dipesan saat malam hari sambil menikmati suasana hotel. Saking tingginya minat, dua menu seasonal promo itu rencana akan masuk ke buku menu reguler. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo