KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Kinerja impor nonmigas Kalimantan Timur kembali menunjukkan lonjakan signifikan pada November 2025. Peningkatan ini dipicu menguatnya arus barang dari negara-negara mitra dagang utama, terutama kawasan Eropa dan ASEAN.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat, total nilai impor nonmigas dari 13 negara utama mencapai USD78,41 juta pada November 2025. Angka tersebut melonjak USD23,66 juta atau 43,21 persen dibandingkan Oktober 2025.
Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut tidak terjadi secara merata. Lonjakan tajam datang dari beberapa negara tertentu yang nilai impornya meningkat drastis dalam sebulan terakhir.
Baca Juga: Harga Emas UBS dan Galeri24 Selasa 13 Januari 2026, Buyback Terpantau Naik
Belanda mencatat kenaikan tertinggi dengan tambahan impor sebesar USD22,18 juta atau melonjak 2.263,27 persen. Italia menyusul dengan kenaikan USD12,08 juta atau 1.023,73 persen, sementara Singapura naik USD11,80 juta atau 1.072,73 persen.
Jika ditinjau berdasarkan kawasan, Uni Eropa menjadi kontributor terbesar kenaikan impor nonmigas secara bulanan. Nilai impor dari kawasan ini mencapai USD48,67 juta, naik USD28,43 juta atau 140,46 persen dibandingkan Oktober 2025.
Kawasan ASEAN juga menunjukkan tren serupa. Nilai impor nonmigas dari negara-negara ASEAN tercatat USD16,23 juta atau meningkat USD7,49 juta, setara 85,70 persen.
Baca Juga: Usai Menginap di IKN, Presiden Prabowo Lanjutkan Kunjungan Kerja ke Malang
Meski lonjakan terlihat jelas secara bulanan, peta impor nonmigas secara kumulatif masih didominasi negara tertentu. Sepanjang Januari hingga November 2025, Tiongkok menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai USD341,08 juta atau berkontribusi 32,35 persen terhadap total impor nonmigas Kaltim.
Kontribusi besar lainnya datang dari negara Eropa dan Amerika. Jerman mencatat nilai impor USD93,37 juta dengan peranan 8,86 persen, disusul Amerika Serikat sebesar USD85,98 juta atau 8,16 persen.
Sementara itu, jika dikelompokkan berdasarkan kawasan selama Januari–November 2025, ASEAN menyumbang impor nonmigas senilai USD138,60 juta dengan peranan 13,15 persen. Uni Eropa berada di posisi atas dengan kontribusi USD285,04 juta atau 27,04 persen dari total impor nonmigas Kalimantan Timur. (*)
Editor : Ery Supriyadi