KALTIMPOST.ID, Harga emas perhiasan pada Kamis 15 Januari 2026 menunjukkan pergerakan bervariasi.
Data terbaru dari Raja Emas Indonesia, dan Laku Emas menunjukkan perubahan harga tergantung kadar karat dan kebijakan masing-masing toko.
Pergerakan harga ini tak lepas dari kondisi emas global yang masih berada di fase solid. Ketika harga emas dunia bertahan di level kuat, pasar domestik biasanya ikut menyesuaikan secara bertahap. Hal ini membuat kenaikan harga emas perhiasan terasa lebih halus, namun konsisten.
Kondisi pasar yang dinamis membuat calon pembeli maupun investor disarankan selalu memantau harga sebelum membeli atau menjual emas.
Pelaku pasar menilai, selama faktor eksternal seperti nilai tukar dan sentimen global tetap mendukung, harga emas perhiasan masih berpeluang melanjutkan tren naik.
Raja Emas Indonesia dan Lakuemas pun diperkirakan akan terus menyesuaikan harga mengikuti dinamika tersebut.
Simak Update Harga Emas Perhiasan Kamis 15 Januari 2026
Harga emas perhiasan dari Raja Emas Indonesia:
Emas 24 Karat : Rp 2.305.000
Emas 23 Karat : Rp 1.987.000
Emas 22 Karat : Rp 1.900.000
Emas 21 Karat : Rp 1.815.000
Emas 20 Karat : Rp 1.728.000
Emas 19 Karat : Rp 1.641.000
Emas 18 Karat : Rp 1.556.000
Emas 17 Karat : Rp 1.469.000
Emas 16 Karat : Rp 1.382.000
Emas 15 Karat : Rp 1.297.000
Emas 14 Karat : Rp 1.210.000
Emas 13 Karat : Rp 1.123.000
Emas 12 Karat : Rp 1.038.000
Baca Juga: Sulit Dipalsukan, Ini Fitur Keamanan Emas Imlek Year of the Horse ANTAM yang Baru Rilis
Harga emas perhiasan Lakuemas:
Emas 24 Karat (99%) : Rp. 2,222,000
Emas 23 Karat : Rp. 1,989,000
Emas 22 Karat : Rp. 1,902,000
Emas 21 Karat : Rp. 1,819,000
Emas 20 Karat : Rp. 1,731,000
Emas 19 Karat : Rp. 1,643,000
Emas 18 Karat : Rp. 1,555,000
Emas 17 Karat : Rp. 1,467,000
Emas 16 Karat : Rp. 1,379,000
Emas 15 Karat : Rp. 1,293,000
Emas 14 Karat : Rp. 1,206,000
Emas 13 Karat : Rp. 1,119,000
Emas 12 Karat : Rp. 1,031,000
Dengan kondisi ini, emas perhiasan kembali menegaskan posisinya sebagai aset yang diminati. Tidak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga memberikan rasa aman di tengah ketidakpastian ekonomi.***
Editor : Dwi Puspitarini