Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Uang Asing Mengalir Deras ke Kaltim, Tambang Pegang 26,88 Persen

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 15 Januari 2026 | 18:23 WIB

DOMINASI: Sektor pertambangan berkontribusi hingga 26,88 persen dari sekitar 20 subsektor usaha yang ditanami modal asing.
DOMINASI: Sektor pertambangan berkontribusi hingga 26,88 persen dari sekitar 20 subsektor usaha yang ditanami modal asing.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Arus investasi asing di Kalimantan Timur sepanjang Juli-September 2025 masih bertumpu pada sektor-sektor berbasis sumber daya dan jasa. Dari sekitar 20 subsektor usaha yang berkontribusi, pertambangan tercatat sebagai sektor dengan tambahan investasi paling besar.

Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) berdasarkan sektor usaha menunjukkan dominasi subsektor pertambangan selama triwulan III 2025. “Realisasi PMA berdasarkan sektor usaha, subsektor pertambangan mendapatkan tambahan investasi terbesar yaitu USD58,63 juta (Rp938,18 miliar) atau 26,88 persen dari keseluruhan realisasi PMA,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Fahmi Prima Laksana.

Baca Juga: Singapura Paling Banyak Proyek, Mauritius Tertinggi Nilai Investasi di Kaltim

Berdasarkan tabel realisasi PMA, subsektor pertambangan mencatat 130 proyek dengan nilai investasi USD58.63 juta sekaligus menjadi sektor primer dengan nilai PMA tertinggi di Kaltim pada periode tersebut. Selain pertambangan, sektor tersier juga memberikan kontribusi signifikan. Fahmi menjelaskan, subsektor perdagangan dan reparasi menjadi salah satu penopang utama investasi asing di daerah.

“Subsektor lain yang juga memberikan kontribusi cukup besar bagi investasi di wilayah ini adalah perdagangan dan reparasi yaitu USD32,26 juta (Rp516,22 miliar) atau 14,79 persen,” katanya. Data menunjukkan subsektor perdagangan dan reparasi mencatat 307 proyek, menjadikannya subsektor dengan jumlah proyek PMA terbanyak selama triwulan III 2025.

Baca Juga: Industri Kimia dan Farmasi Dominasi Investasi PMDN Kaltim hingga Triwulan III 2025

Kontributor besar berikutnya datang dari subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan. “Subsektor tanaman Pangan, perkebunan dan peternakan USD31,36 juta (Rp501,85 miliar) atau 14,38 persen,” ujar Fahmi.

Dalam tabel, subsektor itu tercatat memiliki 87 proyek PMA dengan nilai investasi USD31,36 juta. Selain sektor-sektor tersebut, investasi PMA juga tersebar di subsektor industri makanan, industri kertas dan percetakan, listrik, gas dan air, hingga jasa lainnya.

Secara total, realisasi PMA Kaltim triwulan III 2025 mencapai USD218,18 juta atau setara Rp3,49 triliun dari 1.023 proyek yang tersebar di sektor primer, sekunder, dan tersier. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#investasi asing #kaltim