Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lewat VMT, KKT Tingkatkan Efisiensi Bongkar Muat di Tengah Dinamika Logistik

Ulil Mu'Awanah • Kamis, 15 Januari 2026 | 19:14 WIB

 

TURUN: Aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Peti Kemas Kariangau menunjukkan tren perlambatan pada September 2025.
TURUN: Aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Peti Kemas Kariangau menunjukkan tren perlambatan pada September 2025.

KALTIMPOST.ID-Di balik angka arus peti kemas yang tercatat sepanjang 2025, PT Kaltim Kariangau Terminal menjalankan perubahan mendasar pada cara kerja operasionalnya.

Terminal itu mulai meninggalkan pola konvensional dan beralih ke sistem digital vehicle mounted terminal (VMT) sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan di tengah dinamika industri logistik.

Sepanjang 2025, KKT melayani arus peti kemas sekitar 200.418 TEUs. Meski realisasi tersebut tercatat sekitar 5 persen di bawah target RKAP, manajemen menilai tahun 2025 sebagai fase penting transformasi internal.

Penerapan VMT menjadi salah satu tonggak perubahan yang berdampak langsung pada aktivitas bongkar muat di lapangan.

“Sistem VMT berupa komputer terminal yang terpasang langsung pada alat bongkar muat seperti reach stacker, RTG, dan head truck. Dengan sistem ini, pencatatan operasional tidak lagi bergantung pada proses manual,” ungkap Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) Enriany Muis.

Data pergerakan peti kemas bisa dipantau secara real time, koordinasi antar unit berjalan lebih cepat, dan potensi kesalahan pencatatan dapat ditekan. Ia menyebut transformasi digital ini sebagai langkah strategis jangka panjang.

“Implementasi VMT membawa perubahan signifikan pada pola kerja. Data menjadi lebih akurat, proses lebih transparan, dan pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat,” katanya.

Menurutnya, digitalisasi menjadi jawaban atas tantangan eksternal yang dihadapi pada 2025, termasuk perubahan jenis muatan dan menurunnya volume dari proyek-proyek besar seperti pembangunan IKN.

Dengan sistem yang lebih efisien, terminal tetap mampu menjaga produktivitas meski volume tidak tumbuh setinggi tahun sebelumnya.

Selain transformasi internal, KKT juga mulai menyiapkan strategi diversifikasi muatan untuk tahun-tahun mendatang.

Salah satu potensi yang dijajaki adalah pengembangan pasar komoditas crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah.

Langkah itu diharapkan dapat memperluas basis layanan sekaligus memperkuat peran KKT dalam rantai pasok komoditas unggulan nasional.

Dengan kombinasi transformasi digital dan strategi pengembangan pasar, PT KKT menargetkan kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi dinamika logistik pada 2026, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.

“Capaian 2025 menjadi dasar penting untuk menyusun strategi ke depan. Kami akan terus bersinergi dengan stakeholder dan mitra strategis, sekaligus memperkuat sistem operasional agar pelabuhan tetap efisien dan berkelanjutan,” ujar Enriany. (rd)

ULIL MUAWANAH

Editor : Romdani.
#peti kemas #penajam paser utara #ibu kota nusantara #Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas ud #Kutai Barat