Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Volume Transaksi Kartu ATM Debit Tembus 33 Juta, Bank Indonesia Nilai Kaltim Tetap Ekspansif

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 20 Januari 2026 | 18:50 WIB
INSTRUMEN: Kartu debit/ATM masih jadi instrumen pembayaran utama masyarakat, terutama untuk transaksi rutin dan kebutuhan sehari-hari.
INSTRUMEN: Kartu debit/ATM masih jadi instrumen pembayaran utama masyarakat, terutama untuk transaksi rutin dan kebutuhan sehari-hari.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Berbeda dengan tren Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) secara umum, transaksi kartu ATM/Debit di Kalimantan Timur justru menunjukkan pertumbuhan positif baik dari sisi nominal maupun volume pada triwulan III 2025. Mencerminkan masih kuatnya penggunaan kartu debit dalam aktivitas transaksi harian masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto menyebutkan, nominal transaksi kartu ATM/Debit pada triwulan III 2025 tumbuh positif 3,99 persen (yoy). “Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2025 yang hanya tumbuh 2,18 persen (yoy),” terangnya.

Secara nilai, nominal transaksi kartu ATM/Debit nilainya Rp40,17 triliun pada triwulan III 2025. Sementara dari sisi volume, transaksi ATM/Debit juga mengalami pertumbuhan 3,54 persen (yoy) menjadi 33,42 juta transaksi, meningkat dibandingkan triwulan II 2025 yang tumbuh 3,26 persen (yoy).

Budi menjelaskan, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kartu ATM/Debit masih menjadi instrumen pembayaran utama masyarakat, terutama untuk transaksi rutin dan kebutuhan sehari-hari.

Secara spasial, Samarinda dan Balikpapan kembali menjadi penggerak utama transaksi kartu ATM/Debit di Kalimantan Timur. Berdasarkan nominal transaksi, Samarinda menempati posisi teratas dengan porsi 26 persen, disusul Balikpapan 25 persen. Kutai Kartanegara dan Kutai Timur juga memberikan kontribusi signifikan masing-masing 11 persen dan 12 persen terhadap total nominal transaksi ATM/Debit di Kaltim.

Jika dilihat dari sisi volume transaksi, Balikpapan dan Samarinda mencatat porsi yang sama besar, masing-masing 29 persen. Kutai Kartanegara menyusul dengan porsi 10 persen, diikuti Kutai Timur 9 persen dan Bontang 6 persen.

Dominasi daerah-daerah tersebut artinya konsentrasi aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat yang masih terpusat di wilayah perkotaan, seiring meningkatnya kebutuhan transaksi non-tunai di Kaltim.

Editor : Muhammad Ridhuan
#bank indonesia #kartu atm #kalimantan timur