KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Rata-rata lama menginap tamu di hotel klasifikasi bintang di Kalimantan Timur mengalami peningkatan pada November 2025. Tamu hotel bintang rata-rata menginap selama 1,67 hari. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana menyampaikan, angka tersebut naik 0,03 poin dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat selama 1,64 hari.
Namun demikian, jika dibandingkan secara tahunan, rata-rata lama menginap mengalami penurunan tipis. Pada November 2024, rata-rata lama menginap tamu hotel bintang tercatat 1,68 hari atau turun 0,01 poin dibandingkan November 2025.
Ditinjau berdasarkan asal tamu, Yusniar menjelaskan bahwa rata-rata lama menginap tamu asing pada November 2025 mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata lama menginap tamu asing naik 0,21 poin dibandingkan Oktober 2025.
Baca Juga: Okupansi Hotel Kaltim Meningkat, Hotel Bintang 5 Pimpin dengan 67,18 Persen
"Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu nusantara juga mengalami peningkatan, meski relatif lebih kecil. Pada November 2025, rata-rata lama menginap tamu nusantara meningkat 0,03 poin dibandingkan Oktober 2025," bebernya.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pola berbeda terlihat antara tamu asing dan tamu nusantara. “Rata-rata lama menginap tamu asing pada November 2025 meningkat 0,36 poin dibandingkan November 2024,” kata Yusniar. Sebaliknya, rata-rata lama menginap tamu nusantara justru mengalami penurunan 0,02 poin.
Berdasarkan perkembangan bulanan selama periode November 2024 hingga November 2025, rata-rata lama menginap tertinggi untuk tamu nusantara tercatat pada November 2024, yaitu selama 1,68 hari. Sementara itu, rata-rata lama menginap tertinggi untuk tamu asing tercatat pada April 2025 yakni 2,92 hari.
Adapun rata-rata lama menginap terendah dalam periode tersebut, untuk tamu nusantara terjadi pada Maret 2025 dengan rata-rata 1,44 hari. "Sedangkan untuk tamu asing, rata-rata lama menginap terendah tercatat pada Desember 2024, yakni selama 2,03 hari," tutupnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki