KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kepala Kantor Perwakilan (KPw BI) Kalimantan Timur yang baru, Jajang Hermawan, menegaskan komitmennya melanjutkan dan meningkatkan seluruh program strategis yang telah berjalan, khususnya dalam pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi daerah. “Program-program kerja yang telah disampaikan sebelumnya akan kami teruskan, bahkan kami tingkatkan,” tegasnya.
Dia menyebut empat fokus utama Bank Indonesia di daerah, yakni pengendalian inflasi, sistem pembayaran, pengembangan UMKM, serta literasi dan edukasi keuangan. Keempatnya akan dijalankan secara sinergis bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta yang turut hadir pada pengukuhan Senin (26/1) memaparkan bahwa inflasi Kaltim pada Desember 2025 tercatat 2,68 persen (year on year), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yaitu 2,92 persen. Capaian tersebut berada dalam koridor target inflasi nasional 2,5 persen ±1 persen.
Dia juga mengungkapkan bahwa Kaltim berhasil meraih peringkat pertama kinerja TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) terbaik wilayah Kalimantan tahun 2025.
Di sisi pertumbuhan ekonomi, Filianingsih menyebut PDRB Kaltim triwulan III 2025 tumbuh 4,26 persen (year on year). Meski lebih rendah dari nasional yang mencapai 5,04 persen, Kaltim menjadi kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan dengan pangsa 45,61 persen.
Dalam bidang digitalisasi, kinerja sistem pembayaran juga menunjukkan lonjakan signifikan. Jumlah merchant dan pengguna QRIS di Kaltim telah mencapai lebih dari 798 ribu merchant dan 850 ribu pengguna, dengan total transaksi sepanjang 2025 mencapai 203 juta transaksi.
Elektronifikasi pemerintah daerah juga mencatat capaian tinggi, dengan skor digitalisasi Pemda Kaltim mencapai 95,34 persen, serta meraih predikat TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) berkinerja terbaik nomor satu kategori provinsi wilayah Kalimantan.
Filianingsih berharap capaian tersebut dapat dilanjutkan di bawah kepemimpinan baru. Dengan estafet kepemimpinan itu, Bank Indonesia bersama pemprov diharapkan terus memperkuat sinergi dalam menjaga inflasi, memperkuat ekonomi daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (*)
Editor : Ismet Rifani