KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menaruh harapan besar kepada kepemimpinan baru Bank Indonesia di daerah.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan, peran Bank Indonesia sangat krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan daerah secara inklusif.
“Amanah ini bukan tugas yang sederhana, ini tugas yang berat. Tapi kami yakin dengan pengalaman, integritas, dan kepemimpinan yang Pak Jajang Hermawan miliki, Bapak mampu menjalankan peran strategis ini,” ujar Seno Aji. Jajang Hermawan resmi menggantikan Budi Widihartanto yang sebelumnya menjabat pada 2023-2025.
Dia menyampaikan apresiasi kepada Budi Widihartanto atas kontribusinya selama memimpin KPw BI Kaltim, terutama dalam penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). “Kita bisa menekan inflasi dengan baik dan kita juga mendapatkan penghargaan dari Presiden beberapa waktu yang lalu,” ungkapnya.
Seno Aji menegaskan, peran BI tidak hanya terasa dalam indikator makro, tetapi juga langsung menyentuh kehidupan masyarakat. Mulai dari pengembangan UMKM hingga inovasi sektor pertanian berbasis teknologi.
Dia mencontohkan dukungan BI terhadap pengusaha batik di Berau, perajin sarung tenun di Samarinda Seberang, hingga program pertanian modern di Kutai Kartanegara. “Dengan sistem pertanian yang didukung Bank Indonesia, hasil panen perdana bisa mencapai hampir 6,7 ton. Ini satu hal yang luar biasa,” katanya Senin (26/1).
Pemprov Kaltim, lanjut Seno Aji, menitipkan empat peran utama kepada Bank Indonesia. Pertama, menjaga stabilitas inflasi daerah. Kedua, memperkuat sistem pembayaran yang aman, efisien, dan inklusif. Ketiga, mendorong penguatan dan pembinaan UMKM. Keempat, memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
“Kami menargetkan 10.000 UMKM baru setiap tahun. Sinergi dengan Bank Indonesia menjadi kekuatan penting untuk mencapai target tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menegaskan peran BI di daerah sebagai strategic advisor pemerintah daerah. “Kami menekankan kembali bahwa peran Bank Indonesia di daerah sebagai strategic advisor bagi mitra kerja kami di daerah,” katanya.
Menurut Filianingsih, sinergi BI dengan pemerintah daerah mencakup lima area utama, mulai dari pengendalian inflasi dan ketahanan pangan, menjaga pertumbuhan ekonomi, penguatan ekonomi kerakyatan dan UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, hingga memastikan ketersediaan uang layak edar di seluruh wilayah. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo