KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Wacana penyelenggaraan event Gebyar Ramadan oleh PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mulai digaungkan, sebagai bagian dari strategi memperkuat peran perbankan syariah dalam mendorong aktivitas ekonomi dan literasi keuangan masyarakat.
Agenda ini diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi berbasis syariah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, seiring meningkatnya kebutuhan transaksi dan konsumsi masyarakat menjelang serta selama bulan suci Ramadan.
Nantinya, Gebyar Ramadan bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan bagian dari strategi besar BSI untuk semakin dekat dengan masyarakat melalui pendekatan ekonomi, sosial, dan spiritual. Kantor pusat BSI pun mendorong agar kegiatan serupa semakin sering digelar di berbagai daerah.
“Ke depannya tentunya kita akan buat banyak kegiatan. Memang kantor pusat kami menginginkan BSI semakin banyak event-event, baik itu event lokal maupun event regional,” tutur Area Manager BSI Kaltimtara Andhi Asni.
Adapun BSI secara nasional memiliki 45 area kerja. Setiap area diminta untuk aktif menyelenggarakan event berskala besar yang relevan dengan karakteristik wilayah masing-masing. Event lokal digelar dalam lingkup satu area, sedangkan event regional melibatkan beberapa area dalam satu regional, yang kemudian diperkuat dengan event nasional.
“Lokal itu artinya se-area, karena di BSI itu ada 45 area. Jadi masing-masing area diminta untuk buat event-event besar seperti ini. Kemudian event regional, di mana regional masing-masing itu berperan, setelah itu event nasional,” jelasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo