KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Tak hanya memberikan bekal pendidikan yang mumpuni kepada para siswa, tenaga pendidik SMK 19 Samarinda juga berusaha memberikan pengalaman industri dengan melihat langsung atmosfer di dunia kerja.
Salah satunya diwujudkan dengan menggelar kunjungan ke Gedung Biru Kaltim Post Balikpapan, Selasa (27/1). Pembelajaran luar kelas kali ini diikuti siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Total ada 60 siswa dan 10 guru pendamping yang ambil bagian.
Kepala SMK 19 Samarinda Fajri Syamsirani mengatakan, kunjungan industri tersebut dilaksanakan sebagai implementasi kurikulum yang mendorong siswa mengenal dunia kerja secara langsung, khususnya di industri media massa.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak melihat proses kerja di lingkungan profesional yang kelak akan mereka hadapi setelah lulus. “Hari ini kami berkunjung ke Kaltim Post dan Balikpapan Televisi.
Harapan kami anak-anak bisa melihat secara langsung bagaimana ritme bekerja di tempat yang sesungguhnya dan akan mereka hadapi di masa depan,” katanya di sela-sela kegiatan.
Ia mengatakan, kunjungan ini bertujuan membuka wawasan siswa terhadap realitas dunia kerja di bidang kreatif dan media.
Menurut Fajri, pengalaman melihat langsung proses kerja di media cukup penting agar siswa memahami kondisi nyata di lapangan, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga tuntutan kompetensi yang harus dimiliki.
“Dengan melihat langsung mereka jadi tahu kondisi sesungguhnya dan memahami skill-skill apa saja yang harus mereka penuhi untuk bisa bekerja sebagai jurnalis, editor, ilustrator dan profesi lainnya yang berkaitan dengan media,” lanjutnya.
Selain sebagai sarana pembelajaran, kunjungan industri ini juga diharapkan menjadi pintu awal kerja sama berkelanjutan antara SMK Negeri 19 Samarinda dan Kaltim Post.
“Kami berharap setelah kunjungan ini ada kerja sama yang bisa dilanjutkan, baik terkait kegiatan kesiswaan seperti PKL atau magang, magang guru, maupun guru tamu. Semua itu kami upayakan untuk menunjang kualitas pendidikan di SMK Negeri 19 Samarinda,” tutur Fajri. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo