KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Universitas Balikpapan (Uniba) menegaskan perannya dalam mendorong transformasi ekonomi hijau di Kalimantan Timur melalui kuliah umum yang menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto. Kegiatan ini digelar di Ballroom Lantai 8 Uniba, Selasa (27/1).
Rektor Universitas Balikpapan Dr Isradi Zainal menyampaikan, forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemikiran pemerintah, akademisi dan praktisi dalam merumuskan arah baru pembangunan ekonomi yang tidak lagi bergantung pada sumber daya alam semata.
“Kami ingin menegaskan bahwa Kalimantan Timur, termasuk IKN (Ibu Kota Nusantara, Red) adalah pusat pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia. Ini sejalan dengan arahan Presiden tentang penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi baru,” ucap Isradi.
Ia mengingatkan, sejak beberapa tahun lalu Uniba telah terlibat aktif dalam pengembangan energi hijau. Pada 2022, Uniba bersama Menteri Perindustrian, sejumlah pimpinan komisi, dan DPRD telah mendorong pengembangan hydropower sebagai bagian dari green energy di daerah.
“Ini bukan wacana baru. Uniba sudah mempelopori pengembangan hydropower sebagai energi hijau. Sekarang momentumnya semakin kuat dengan hadirnya IKN sebagai green city dan green energy,” katanya.
Isradi juga menyoroti tantangan struktural ekonomi Kalimantan Timur yang selama ini sangat bergantung pada sektor ekstraktif. Menurutnya, transisi energi harus dibarengi dengan transformasi sumber daya manusia agar masyarakat lokal tidak tertinggal.
“Kita tidak boleh terus bergantung pada sumber daya alam. Transisi energi harus membuka peluang ekonomi baru dan menciptakan green jobs bagi masyarakat Kalimantan Timur,” tuturnya.
Dalam konteks pendidikan, Uniba berkomitmen memastikan akses pendidikan tinggi yang inklusif bagi generasi muda di daerah. Isradi menegaskan, tidak boleh ada anak Kalimantan Timur yang gagal melanjutkan pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.
“Saya selalu bilang, saya tidak ingin ada anak Kalimantan Timur yang tidak bisa sekolah. Pendidikan adalah kunci agar kita tidak hanya menjadi penonton dalam ekonomi hijau,” tegasnya.
Ia menambahkan, Uniba menjadi salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program magister manajemen dengan fokus manajemen energi dan ekonomi hijau. Program ini dirancang untuk menyiapkan SDM yang mampu mengelola transisi energi secara profesional dan berkeadilan.
“Kalau tidak ada green man dan green manager, siapa yang akan menjalankan green economy? Inilah peran kampus,” kata Isradi. Kuliah umum ini juga diharapkan menghasilkan luaran konkret berupa buku atau dokumen pemikiran bersama yang dapat menjadi rujukan kebijakan transisi energi di Kalimantan dan Indonesia.
“Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti sebagai diskusi, tetapi menghasilkan karya dan rekomendasi nyata. Kita berdoa agar Kalimantan benar-benar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia,” tuturnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Gubernur Kalimantan Timur, Wakil Wali Kota Balikpapan, Ketua Yayasan Uniba, serta para akademisi dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo