Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ini Kiat Sukses Yandy Mulia Wijaya Jalankan Usaha Keluarga

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 1 Februari 2026 | 15:15 WIB
ADAPTASI: Usaha yang diturunkan orang tua Yandy membuatnya terus belajar untuk menjaga kualitas dan kepercayaan pasar.
ADAPTASI: Usaha yang diturunkan orang tua Yandy membuatnya terus belajar untuk menjaga kualitas dan kepercayaan pasar.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Tidak semua generasi kedua mampu menjaga warisan orang tua, apalagi mengembangkannya di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Namun, Yandy Mulia Wijaya memilih jalan itu, melanjutkan, merawat, sekaligus menumbuhkan usaha keluarga agar tetap relevan dengan zaman.

Sebagai Direktur PT Agrindo Mulia Wijaya, Yandy memimpin pengelolaan brand beras Tiga Mangga Manalagi yang telah eksis hampir tiga dekade. Ia mengakui, membangun kepercayaan pasar bukan perkara instan.

“Kita meyakinkan orang itu tidak bisa sekali ketemu langsung percaya. Kadang kita kasih sampel dulu, edukasi, baru mereka coba,” kata lulusan Multimedia University Malaysia, 2006 tersebut.

Menurut Yandy, tantangan utama bukan hanya soal kualitas, tetapi juga persepsi merek. “Ada konsumen yang sudah cocok dengan merek lama, ada juga yang mau switching. Yang penting kita sabar dan konsisten,” ujarnya.

Perubahan kebijakan, seperti penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET), juga menjadi tantangan tersendiri. Untuk menyiasatinya, perusahaan menyesuaikan ukuran kemasan. “Sekarang fokus di kemasan lima kilo. Kalau kemasan kecil, ongkosnya lebih besar, sementara HET sudah ditetapkan,” jelas Yandy.

Selain Tiga Mangga Manalagi sebagai lini premium, perusahaan juga memiliki merek lain seperti Lebah Madu, Padi Ketupat, serta beragam produk bahan pokok lainnya. “Kita ingin semua segmen masyarakat terjangkau. Mau yang premium ada, mau yang medium ada, bahkan yang broken tinggi juga ada,” tutur ayah satu anak ini.

Bagi Yandy, berbisnis bukan hanya soal mencari untung, tetapi juga menyediakan solusi. “Kalau ada keluarga kecil, tidak mungkin kita paksa beli 25 kilo. Jadi kita sediakan pilihan kemasan dan kualitas,” tuturnya.

Ia percaya, kunci keberlanjutan usaha adalah adaptasi dan keterbukaan terhadap perubahan.“Pasar itu dinamis. Kalau kita tidak ikut berubah, kita yang tertinggal,” katanya.

Ke depan, Yandy ingin memperkuat jaringan distribusi dan menjaga konsistensi mutu produk. Baginya, keberhasilan terbesar adalah ketika konsumen kembali membeli karena puas. “Selama mereka percaya sama kualitas kita, itu sudah jadi kebanggaan,” ujarnya.

Dari gudang sederhana di Balikpapan hingga menjangkau berbagai wilayah di Kalimantan Timur, perjalanan Yandy membuktikan bahwa warisan keluarga dapat tumbuh menjadi kekuatan besar, selama dijaga dengan kerja keras, kejujuran, dan visi yang jelas. "Hal terpenting adalah bagaimana menjaga kepercayaan pasar," tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kiat sukses #warisan #usaha keluarga #beras #persaingan #Yandy Mulia Wijaya #beras tiga mangga manalagi