KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Di tengah naiknya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan, investasi emas tidak lagi identik dengan kepemilikan logam mulia dalam jumlah besar.
Transformasi digital perbankan syariah menghadirkan model investasi emas yang lebih sederhana, fleksibel, dan terjangkau. Area Manager BSI Kaltimtara Andhi Asni mengatakan, tabungan emas berbasis aplikasi menjadi salah satu solusi utama untuk menjawab kebutuhan tersebut.
“Yang paling gampang adalah semua masyarakat bisa punya emas. Tidak perlu menunggu dana besar, karena bisa dimulai dari nominal kecil,” ucapnya.
Melalui aplikasi BYOND by BSI, nasabah dapat membuka Tabungan Emas secara digital, lalu melakukan setoran dalam rupiah yang otomatis dikonversi menjadi saldo emas dalam satuan gram. Saldo tersebut dapat ditambah secara berkala sesuai kemampuan masing-masing nasabah.
Andhi menilai, pendekatan ini sangat efektif menjangkau generasi muda dan masyarakat produktif yang ingin mulai berinvestasi tanpa terbebani modal besar di awal.
“Sekarang masyarakat tidak perlu memikirkan harga 1 gram emas yang jutaan rupiah. Cukup sisihkan uang kecil secara rutin, lama-lama saldo emasnya akan terkumpul,” katanya.
Selain sebagai sarana investasi, tabungan emas juga dapat digunakan sebagai alat perencanaan keuangan jangka menengah dan panjang, seperti persiapan pendidikan, ibadah haji dan umrah, hingga dana pensiun.
“Emas itu bukan hanya soal keuntungan, tapi juga soal menjaga nilai aset,” tambah Andhi. Dengan tren minat yang terus meningkat, BSI optimistis tabungan emas digital akan menjadi salah satu motor penggerak inklusi keuangan syariah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo