KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kebutuhan masyarakat terhadap produk keuangan berbasis emas kini semakin beragam, tidak hanya sebatas menabung, tetapi juga untuk perdagangan, pembiayaan, hingga kebutuhan dana cepat.
Menjawab hal tersebut, BSI menghadirkan empat lini layanan emas yang terintegrasi dalam satu ekosistem. Area Manager BSI Kaltimtara Andhi Asni menjelaskan, empat layanan tersebut meliputi tabungan emas, perdagangan atau jual beli emas, gadai emas, serta pembiayaan atau cicil emas.
“Yang pertama tabungan emas, yang kedua perdagangan emas, yang ketiga gadai, dan yang terakhir pembiayaan emas. Jadi masyarakat sekarang sudah tidak bingung lagi mau pilih produk yang mana,” kata Andhi.
Tabungan emas memungkinkan masyarakat mengakumulasi emas secara bertahap. Perdagangan emas memberikan fleksibilitas jual beli sesuai harga pasar.
Gadai emas membantu memenuhi kebutuhan dana cepat dengan jaminan emas, sedangkan cicil emas memfasilitasi kepemilikan emas melalui skema angsuran tetap.
Menurut Andhi, keberadaan empat layanan ini memperkuat posisi emas sebagai instrumen keuangan yang adaptif terhadap berbagai kebutuhan. “Emas itu konsumen investasinya kuat. Bisa untuk simpanan, bisa untuk jaga likuiditas, bisa juga untuk perencanaan jangka panjang,” katanya.
Seluruh layanan tersebut dijalankan sesuai prinsip syariah dan terintegrasi secara digital, sehingga nasabah dapat mengaksesnya dengan mudah dan transparan.
"Pendekatan ekosistem ini menjadi pembeda utama dalam mendorong masyarakat menjadikan emas sebagai bagian dari strategi keuangan yang berkelanjutan," tuturnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo