Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ajang Lari Kaltim Post Dorong Minat Investasi Emas, Periode 12-25 Januari Ada Tambahan 1.700 Nasabah

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 1 Februari 2026 | 19:20 WIB
LONJAKAN: Sepanjang periode 12–25 Januari tercatat sekitar 1.700 nasabah baru membuka tabungan emas BSI di wilayah Balikpapan.
LONJAKAN: Sepanjang periode 12–25 Januari tercatat sekitar 1.700 nasabah baru membuka tabungan emas BSI di wilayah Balikpapan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Riuh langkah ribuan pelari dalam ajang BSI Kaltim Post Runstoppable pada 25 Januari lalu tidak hanya menghadirkan semangat olahraga, tetapi juga membuka ruang literasi baru tentang investasi emas syariah di Balikpapan.

Di sela kegiatan tersebut, minat masyarakat terhadap tabungan emas tercatat melonjak signifikan. Area Manager Bank Syariah Indonesia Kaltimtara Andhi Asni menyebut sepanjang periode 12–25 Januari tercatat sekitar 1.700 nasabah baru membuka tabungan emas BSI di wilayah Balikpapan.

“Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang luar biasa. Banyak yang awalnya datang untuk kegiatan olahraga, tetapi akhirnya tertarik memulai investasi emas karena melihat betapa mudah dan terjangkaunya produk tabungan emas syariah,” kata Andhi, akhir pekan lalu.

Menurutnya, emas saat ini menjadi salah satu instrumen investasi yang paling diminati karena bersifat safe haven atau relatif stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dalam dua tahun terakhir, harga emas juga menunjukkan kecenderungan meningkat.

“Kenapa emas? Karena relatif stabil dan harganya cenderung naik. Masyarakat sekarang sudah tidak bingung lagi mau mencari investasi apa,” ujarnya.

Andhi menjelaskan, Tabungan Emas BSI memungkinkan masyarakat mulai berinvestasi dari nominal kecil. Jika sebelumnya membeli emas identik dengan dana besar, kini masyarakat cukup menyisihkan dana mulai dari puluhan ribu rupiah.

“Sekarang cukup dengan Rp 50 ribu saja masyarakat sudah bisa punya tabungan emas. Ini membuat semua lapisan masyarakat bisa memiliki emas,” katanya.

Selain kemudahan nominal, seluruh proses transaksi dilakukan sesuai prinsip syariah dan diawasi Dewan Pengawas Syariah, sehingga memberikan rasa aman bagi nasabah. Melalui integrasi layanan di aplikasi BYOND by BSI, nasabah dapat memantau saldo emas, melakukan pembelian, penjualan kembali, hingga mengajukan pencetakan emas fisik.

Andhi menilai digitalisasi ini menjadi kunci perluasan akses investasi emas ke masyarakat. “Kami ingin menginklusikan masyarakat seluas-luasnya, bahwa panggung investasi emas ini adalah panggung semua orang,” tuturnya.

Melalui BYOND, BSI menghadirkan empat lini layanan emas yang terintegrasi dalam satu ekosistem. Meliputi tabungan emas, perdagangan atau jual beli emas, gadai emas, serta pembiayaan atau cicil emas. “Jadi masyarakat sekarang sudah tidak bingung lagi mau pilih produk yang mana,” kata Andhi.

Tabungan emas memungkinkan masyarakat mengakumulasi emas secara bertahap. Perdagangan emas memberikan fleksibilitas jual beli sesuai harga pasar. Gadai emas membantu memenuhi kebutuhan dana cepat dengan jaminan emas, sedangkan cicil emas memfasilitasi kepemilikan emas melalui skema angsuran tetap.

Menurut Andhi, keberadaan empat layanan ini memperkuat posisi emas sebagai instrumen keuangan yang adaptif terhadap berbagai kebutuhan. “Emas itu konsumen investasinya kuat. Bisa untuk simpanan, bisa untuk jaga likuiditas, bisa juga untuk perencanaan jangka panjang,” katanya.

Seluruh layanan tersebut dijalankan sesuai prinsip syariah dan terintegrasi secara digital, sehingga nasabah dapat mengaksesnya dengan mudah dan transparan. "Pendekatan ekosistem ini menjadi pembeda utama dalam mendorong masyarakat menjadikan emas sebagai bagian dari strategi keuangan yang berkelanjutan," tuturnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#BSI Kaltim Post Runstoppable 2026 #BSI #nasabah #investasi emas #tabungan emas