Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

IHSG Hari Ini 3 Februari 2026 Melemah, Dampak Rebalancing MSCI dan Tekanan Rupiah

Uways Alqadrie • Selasa, 3 Februari 2026 | 11:24 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Selasa pagi, 3 Februari 2026. Sejak pembukaan, indeks bergerak di zona merah dan sempat turun lebih dari 2 persen.

Data perdagangan menunjukkan IHSG melemah sekitar 150 poin dan bergerak di kisaran level 7.700. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif yang sudah terjadi sejak awal pekan, seiring masih kuatnya tekanan jual di pasar saham domestik.

Berdasarkan data RTI pada pukul 09.05 WIB, IHSG masih turun 22,38 poin atau setara 0,27% ke level 7.900,34. Sebanyak 339 saham menanjak, 203 saham merosot dan 147 saham lainnya stagnan. 

Per pagi hari ini, IHSG sudah memperjualbelikan 3,19 miliar lembar saham dengan frekuensi 192.253 kali. Adapun nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp1,97 triliun. 

PT Pakuan Tbk (UANG) menjadi top losers dengan koreksi 14,97% ke level Rp3.010. Disusul PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) yang ambruk 14,97% ke Rp142 dan PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) yang anjlok 14,96% ke Rp398. 

Di jajaran top gainers ada PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) yang loncat 32% ke Rp264, PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) yang melesat 31,91% ke Rp248 dan PT Soho Global Health Tbk (SOHO) yang melejit 25% menjadi Rp2.800.

Pelaku pasar menilai kondisi tersebut dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik. Salah satu faktor utama berasal dari penyesuaian indeks global oleh MSCI yang memicu keluarnya dana asing dari sejumlah saham berkapitalisasi besar. Aksi rebalancing ini membuat investor cenderung menahan diri dan mengurangi eksposur risiko.

Selain itu, dinamika di sektor regulasi turut memengaruhi psikologis pasar. Pergantian kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong sikap hati-hati investor sambil menunggu arah kebijakan ke depan.

Tekanan juga datang dari pergerakan harga komoditas. Koreksi harga emas global serta fluktuasi komoditas tambang memberi dampak pada kinerja saham-saham sektor terkait yang selama ini menjadi penopang indeks.

Sejalan dengan kondisi pasar saham, nilai tukar rupiah juga bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Pada perdagangan pagi, rupiah berada di kisaran Rp16.780 hingga Rp16.800 per dolar Amerika Serikat.

Pelemahan rupiah dipicu penguatan dolar AS dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.

Analis menilai, dalam jangka pendek pasar masih akan bergerak volatil. Investor disarankan mencermati perkembangan global serta kebijakan otoritas keuangan domestik sebelum kembali meningkatkan aktivitas transaksi.

Editor : Uways Alqadrie
#indeks harga saham gabungan (ihsg) #ihsg #otoritas jasa keuangan (ojk) #bursa efek indonesia (bei) #ihsg hari ini #bei #ihsg anjlok