KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kenaikan harga sejumlah komoditas masih menjadi faktor penahan laju deflasi di Balikpapan pada Januari 2026.
Kepala KPw Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi menyebut, komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi tertinggi seiring berlanjutnya tren kenaikan harga emas dunia. “Harga emas domestik ikut meningkat karena dipengaruhi penguatan permintaan global terhadap emas,” kata Robi.
Selain emas, daging ayam ras juga mengalami kenaikan harga akibat menurunnya pasokan ayam beku dari Jawa dan ayam segar dari wilayah Balikpapan dan sekitarnya, di tengah permintaan yang masih kuat.
Kenaikan juga terjadi pada bahan bakar rumah tangga (BBRT) yang dipicu keterbatasan pasokan LPG, sementara permintaan masyarakat meningkat, termasuk karena adanya perayaan Isra’ Mi’raj.
Menurut Robi, meningkatnya harga baju muslim anak juga dipengaruhi oleh persiapan masyarakat menyambut bulan Ramadan yang jatuh pada Februari 2026.
“Untuk harga mobil, kenaikan terjadi karena kembali normalnya harga setelah sebelumnya ada kebijakan diskon pada akhir 2025 guna mendorong penjualan,” jelasnya.
Meski demikian, Robi menegaskan bahwa secara umum tekanan inflasi di Balikpapan masih terkendali. "Sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo