Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

BSI Pastikan Stok Emas Mereka Nyata, Cetak Fisik Bisa Sampai Dua Kilogram

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 4 Februari 2026 | 19:08 WIB
HALAL: BSI memastikan keberadaan emas secara fisik sebelum transaksi dilakukan oleh nasabah.
HALAL: BSI memastikan keberadaan emas secara fisik sebelum transaksi dilakukan oleh nasabah.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kepastian ketersediaan emas fisik menjadi salah satu pembeda utama tabungan emas di Bank Syariah Indonesia (BSI) dibandingkan produk sejenis lainnya.

Mereka juga memastikan bahwa setiap logam mulia yang dibeli nasabah melalui aplikasi BYOND memiliki stok fisik yang nyata.

Area Retail Transaction Banking Manager BSI Area Kaltimtara Gilang Ramadhan Singabella mengatakan, pihaknya memastikan adanya emas secara fisik sebelum transaksi dilakukan.

“Kami memastikan bahwa setiap tabungan emas yang kami jual melalui aplikasi BYOND itu secara fisik, secara stok, pasti ada,” tegasnya, kemarin (4/2).

Ia juga memastikan nasabah yang ingin mencetak emas tidak akan pernah diarahkan untuk mengonversi kepemilikannya ke uang tunai.

“Misalkan ada nasabah minta cetak 100 gram, 500 gram, bahkan 1 kilo atau 2 kilo pun kami tidak akan pernah menolak. Karena stoknya sudah ada di depan,” sambung Gilang.

Hal ini sejalan dengan prinsip syariah bahwa setiap transaksi jual beli harus didahului dengan keberadaan barang. Gilang juga mengungkapkan, saat stok emas sempat terbatas, BSI memilih membatasi jumlah penjualan demi menjaga kepastian fisik.

“Sekarang alhamdulillah stoknya sudah normal kembali, jadi nasabah tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Untuk layanan cetak emas, BSI menyediakan kepingan mulai dari 1 gram hingga 1 kilogram. Biaya cetak bervariasi, dari sekitar Rp 9.000 untuk 1 gram hingga berjenjang untuk kepingan terbesar.

Proses pencetakan memerlukan waktu sekitar 15–30 hari kerja. Di Kalimantan Timur, pengambilan emas fisik dapat dilakukan di Cabang Balikpapan Sudirman atau sesuai pilihan nasabah saat pengajuan di aplikasi.

“Nasabah cukup mengajukan lewat aplikasi, lalu datang ke cabang tujuan. Stoknya ada, jadi tidak perlu khawatir,” tutup Gilang.

Dia juga memastikan seluruh produk yang ditawarkan BSI termasuk tabungan emas halal. Sebab telah melalui proses verifikasi ketat sesuai prinsip syariah.

“Setiap produk yang kami launching di BSI itu sudah melewati beberapa tahap. Salah satunya adalah Sharia Compliance, di mana semua produk diverifikasi oleh komite syariah yang terdiri dari para ulama ahli di bidangnya,” jelas Gilang.

Setiap produk yang diluncurkan BSI wajib memenuhi standar Sharia Compliance itu. Verifikasi tersebut menjadi dasar keyakinan bahwa tabungan emas BSI telah sesuai dengan ketentuan syariah Islam. Hal ini sekaligus menjawab keraguan sebagian masyarakat yang mempertanyakan kehalalan produk investasi emas.

“Dengan adanya Sharia Compliance, kami bisa meyakinkan bahwa produk yang dikeluarkan oleh BSI sudah sesuai dengan kaidah syariah,” katanya. Pada tahun ini BSI tetap memposisikan emas sebagai salah satu komoditas utama. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#halal #emas fisik #BSI #stok emas #emas #investasi emas #tabungan emas