KALTIMPOST.ID-Meski mencatat inflasi tahunan, Balikpapan justru mengalami deflasi secara bulanan pada Januari 2026 sebesar 0,11 persen.
Penurunan itu dipengaruhi oleh turunnya harga sejumlah komoditas strategis, khususnya pada kelompok transportasi dan beberapa bahan pangan.
“Selain transportasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami deflasi 0,21 persen. Ini sejalan dengan penurunan harga cabai rawit, cabai merah, bawang merah, serta beberapa komoditas pangan lainnya,” terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama.
Lebih lanjut, ia menyebut, kelompok transportasi mengalami deflasi m-to-m sebesar 2,03 persen. Penurunan harga pada komoditas seperti angkutan udara dan bensin menjadi faktor utama.
Selain itu, ia menambahkan, komoditas lain yang turut memberikan andil deflasi m-to-m antara lain sekolah menengah atas, pisang, susu cair kemasan, biskuit, dan pepaya.
Di sisi lain, beberapa kelompok justru mengalami inflasi bulanan, seperti pakaian dan alas kaki sebesar 0,82 persen serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,64 persen.
“Fluktuasi ini menunjukkan adanya dinamika musiman, terutama setelah libur akhir tahun, di mana permintaan terhadap transportasi cenderung menurun,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi deflasi m-to-m tidak serta-merta mencerminkan melemahnya daya beli, melainkan lebih pada penyesuaian harga komoditas tertentu yang sebelumnya sempat meningkat. (rd)
Editor : Romdani.