KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Peralihan promosi dari spanduk dan baliho konvensional ke media digital dinilai dapat menjadi sumber baru peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kota Minyak.
Hal tersebut disampaikan Pakar Kebijakan Publik Universitas Mulawarman, Dr Saipul, menanggapi maraknya media promosi yang tidak tertata.
Menurutnya, jika Balikpapan ingin menjadi kota modern, maka bentuk promosi visual harus mulai diarahkan ke penggunaan videotron atau papan digital yang terpusat.
“Ke depan, promosi seharusnya beralih ke era digital. Pemerintah kota bisa menentukan titik-titik videotron resmi. Selain memperindah kota, ini juga bisa memberikan kontribusi terhadap PAD,” kata Saipul.
Ia menjelaskan, pengelolaan videotron secara terpusat memungkinkan pemerintah daerah menarik retribusi atau skema kerja sama dengan pihak swasta.
Hal ini dinilai lebih efektif dibandingkan membiarkan spanduk dan baliho dipasang tanpa kontrol yang jelas. “Kalau tertata, ada pemasukan. Di luar titik yang sudah ditentukan, bisa dilakukan penertiban. Ini jauh lebih ekonomis dan berkelanjutan,” ujarnya.
Saipul juga menilai, digitalisasi media promosi akan meningkatkan daya saing kota, terutama dalam menarik pelaku usaha sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata.
“Kota yang rapi dan modern memberi sinyal positif kepada dunia usaha. Itu akan berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi,” tambahnya.
Ia menekankan, kebijakan ini harus diikuti dengan evaluasi berkala agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo