Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Impor Kaltim Desember 2025 Melonjak Hingga USD603,73 Juta, Kenaikan Didominasi Migas

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 8 Februari 2026 | 17:14 WIB
SIGNIFIKAN: Nilai impor tercatat meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, dengan kenaikan utama didorong oleh sektor migas.
SIGNIFIKAN: Nilai impor tercatat meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, dengan kenaikan utama didorong oleh sektor migas.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aktivitas impor Kalimantan Timur pada akhir 2025 menunjukkan lonjakan tajam. Nilai impor tercatat meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, dengan kenaikan yang terutama didorong oleh sektor migas.

Mencerminkan dinamika kebutuhan energi di tengah fluktuasi kinerja impor nonmigas yang justru mengalami penurunan.

Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Ariyanti Cahyaningsih menjelaskan bahwa peningkatan nilai impor tersebut terutama bersumber dari kelompok migas.

“Nilai impor Kaltim pada Desember 2025 tercatat USD603,73 juta, atau naik 37,98 persen jika dibandingkan dengan nilai impor November 2025,” ujarnya.

Secara rinci, impor migas pada Desember 2025 tercatat USD527,46 juta. Nilai tersebut meningkat cukup tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka USD350,21 juta. Sebaliknya, impor nonmigas justru mengalami kontraksi pada periode yang sama.

Ariyanti menyebutkan bahwa lonjakan impor migas menjadi faktor utama pendorong kenaikan total impor. “Peningkatan nilai impor disebabkan karena naiknya nilai impor migas sebesar 50,61 persen, meskipun nilai impor nonmigas turun 12,66 persen,” katanya.

Kondisi yang sama juga terlihat jika dibandingkan secara tahunan. Dibandingkan Desember 2024, meningkat 16,35 persen. Namun, peningkatan tersebut kembali ditopang oleh impor migas, sementara impor nonmigas mengalami penurunan cukup dalam.

Dia menambahkan, kenaikan impor migas secara tahunan terjadi cukup signifikan, berbanding terbalik dengan kinerja impor nonmigas. “Peningkatan tersebut disebabkan karena naiknya impor migas 34,70 persen meskipun impor nonmigas turun 40,11 persen,” jelasnya.

Lebih jauh, Ariyanti memaparkan bahwa kenaikan impor migas tidak terjadi pada seluruh komoditas energi.  “Jika dilihat lebih rinci, peningkatan nilai impor migas hanya terjadi pada komoditas minyak mentah,” katanya.

BPS Kaltim mencatat impor minyak mentah melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, impor hasil minyak dan gas menunjukkan tren sebaliknya.

“Impor minyak mentah mengalami peningkatan 106,98 persen. Sebaliknya, impor hasil minyak dan gas mengalami penurunan masing-masing 31,28 persen dan 51,30 persen,” tutup Ariyanti. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#sektor migas #aktivitas impor #kaltim #non migas #kalimantan timur