KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Minat masyarakat Kalimantan terhadap produk reksadana terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Di tengah fluktuasi pasar, reksadana tetap menjadi pilihan investasi yang diminati, terutama oleh investor ritel yang mengutamakan diversifikasi dan pengelolaan profesional.
"Nilai penjualan reksadana di Kalimantan mencapai Rp1,97 triliun pada posisi November 2025," sebut Koordinator OJK Wilayah Kalimantan Parjiman. Angka tersebut meningkat 8,08 persen dibandingkan posisi September 2025, menandakan pertumbuhan yang konsisten meski tidak seagresif saham.
Dia menyampaikan bahwa peningkatan sejalan dengan strategi penguatan sektor pasar modal. “Pengawasan terhadap sektor pasar modal terus dilakukan,” ujarnya, seraya menegaskan pentingnya tata kelola dan perlindungan investor di tengah pertumbuhan industri.
Baca Juga: Impor Kaltim Desember 2025 Melonjak Hingga USD603,73 Juta, Kenaikan Didominasi Migas
Pertumbuhan penjualan reksadana juga diikuti oleh peningkatan jumlah investor. "Hingga November 2025, jumlah SID reksadana di Kalimantan tercatat sebanyak 948,3 ribu, atau tumbuh 7,97 persen dibandingkan September 2025," beber Kepala OJK Kaltim-Kaltara tersebut.
Dari sisi wilayah, Kalimantan Timur kembali menjadi provinsi dengan jumlah investor reksadana terbesar yakni 300,29 ribu SID reksadana. Diikuti Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara. Dominasi Kaltim mencerminkan tingkat penetrasi produk investasi yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya.
Menurutnya, pertumbuhan reksadana yang stabil mencerminkan preferensi investor yang semakin matang, dengan mempertimbangkan risiko dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang.
Ke depan, pihaknya terus mendorong peningkatan literasi pasar modal agar pertumbuhan reksadana tidak hanya dari sisi jumlah investor, tetapi juga dari kualitas pemahaman terhadap produk yang dipilih. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki