KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Kalimantan menunjukkan daya tahan yang kuat sepanjang 2025. Salah satu penopang utamanya adalah kinerja perusahaan penjaminan yang terus mencatatkan pertumbuhan aset dan investasi secara berkelanjutan.
Total aset perusahaan penjaminan di Kalimantan tumbuh 29,19 persen secara year to date (ytd) pada 2025. Sementara total investasi juga meningkat 16,39 persen ytd, mencerminkan ekspansi usaha yang semakin solid.
Koordinator OJK Wilayah Kalimantan Parjiman menyampaikan, penguatan sektor IKNB menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas keuangan daerah.
“Sektor IKNB di Kalimantan yang diwakili perusahaan penjaminan, dana pensiun, dan perusahaan pembiayaan juga terus bertumbuh, dengan total aset, investasi, penerimaan iuran, pembiayaan, serta jumlah akun kontrak pembiayaan yang terus meningkat," bebernya.
Data historis menunjukkan tren kenaikan yang konsisten. Pada Desember 2022, total aset perusahaan penjaminan tercatat Rp 619,52 miliar, meningkat menjadi Rp 832,77 miliar pada Desember 2023, Rp 1.011,76 miliar pada Desember 2024, hingga mencapai Rp 1.307,17 miliar pada Oktober 2025.
Sejalan dengan itu, total investasi juga meningkat dari Rp 272,10 miliar pada Desember 2022 menjadi Rp 553,28 miliar pada Oktober 2025. Kenaikan yang menunjukkan meningkatnya kapasitas perusahaan penjaminan dalam mendukung aktivitas pembiayaan.
Pertumbuhan aset dan investasi tersebut mencerminkan meningkatnya peran perusahaan penjaminan dalam menopang sektor riil, khususnya UMKM dan proyek-proyek produktif di daerah. (*)
Editor : Dwi Restu A