KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Ketika laju ekonomi Kalimantan Timur melambat dibanding tahun sebelumnya, mesin penggeraknya justru bekerja dari arah luar daerah. Sepanjang 2025, ekspor barang dan jasa tercatat menjadi komponen pengeluaran paling dominan dalam menopang pertumbuhan ekonomi Benua Etam.
Pertumbuhan ekonomi Kaltim pada 2025 tumbuh 4,53 persen, meski lebih rendah dibandingkan pada 2024 yang tercatat 6,17 persen. "Dari sisi pengeluaran prtumbuhan tertinggi selama 2025 terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa yaitu 6,03 persen," beber Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai. Kinerja ekspor tersebut menjadi penyangga utama di tengah melemahnya beberapa komponen domestik.
Selain ekspor, konsumsi rumah tangga juga menunjukkan peran signifikan. "Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tumbuh 5,04 persen," sebutnya. Angka yang menandakan daya beli masyarakat Kaltim relatif terjaga sepanjang tahun lalu.
Struktur PDRB menurut pengeluaran masih didominasi oleh aktivitas perdagangan internasional. Net Ekspor memberikan kontribusi 40,46 persen terhadap total ekonomi Kaltim dengan kontribusi ekspor mencapai 116,89 persen dan impor sebagai faktor pengurang 76,43 persen.
Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) berkontribusi 35,97 persen, dan konsumsi rumah tangga sebesar 17,78 persen terhadap struktur ekonomi daerah.
"Dari sisi sumber pertumbuhan, sumbangan tertinggi berasal dari Komponen Net Ekspor 3,71 persen, disusul konsumsi rumah tangga 0,72 persen," lanjut Mas'ud.
Namun demikian, tidak semua komponen bergerak positif. Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-Pemerintah) mengalami kontraksi 10,11 persen sepanjang 2025. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa ketahanan ekonomi Kaltim pada 2025 sangat bergantung pada kinerja ekspor dan konsumsi masyarakat, sementara belanja pemerintah belum sepenuhnya menjadi penopang pertumbuhan. (*)
Editor : Sukri Sikki