Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Aktivitas Pelabuhan Balikpapan Melambat di Akhir 2025, Ini Faktornya

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 10 Februari 2026 | 05:00 WIB
MENYUSUT: Arus barang angkutan laut luar negeri, baik peti kemas maupun nonpeti kemas yang melalui Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau hanya mencapai 2.399 ton.
MENYUSUT: Arus barang angkutan laut luar negeri, baik peti kemas maupun nonpeti kemas yang melalui Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau hanya mencapai 2.399 ton.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Aktivitas pelabuhan di Balikpapan mengalami perlambatan signifikan pada Desember 2025.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan mencatat arus barang angkutan laut luar negeri, baik peti kemas maupun nonpeti kemas yang melalui Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau hanya mencapai 2.399 ton.

Angka ini merosot tajam dibandingkan November 2025 yang tercatat sebesar 27.695 ton. Penurunan paling besar terjadi pada aktivitas bongkar barang luar negeri.

Pada Desember 2025, volume bongkar tercatat 2.358 ton atau turun 91,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Desember 2024, penurunan bahkan mencapai 59,86 persen.

"Sementara itu, kegiatan muat barang luar negeri juga mengalami kontraksi tajam. Volume muat hanya sebesar 41 ton, turun 93,85 persen dibandingkan November 2025 dan turun 75,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," beber Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pelemahan ini sejalan dengan berkurangnya intensitas kunjungan kapal luar negeri ke pelabuhan utama Balikpapan.

“Secara umum, Desember 2025 menunjukkan penurunan cukup dalam pada arus barang luar negeri, baik dari sisi bongkar maupun muat. Hal ini tidak terlepas dari menurunnya kunjungan kapal serta volume muatan yang dibawa,” ujarnya.

Selain arus barang, indikator kunjungan kapal juga menunjukkan tren negatif. Pada Desember 2025, jumlah kunjungan kapal luar negeri hanya tercatat 16 unit, turun 70,37 persen dibandingkan November 2025 dan turun 52,94 persen dibandingkan Desember 2024.

Dari sisi Gross Register Tonnage (GRT), kapal luar negeri yang bersandar mencatat total 429.745 GRT, turun 77,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurut Marinda, penurunan aktivitas pelabuhan ini perlu dicermati sebagai sinyal perlambatan perdagangan internasional di daerah.

“Meski bersifat musiman, angka-angka ini menjadi catatan penting bagi pelaku usaha dan pemangku kebijakan untuk mengantisipasi dampaknya terhadap kinerja logistik dan perdagangan Balikpapan ke depan,” katanya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pelabuhan peti kemas #angkutan barang #perlambatan #aktivitas pelabuhan #balikpapan #pelabuhan semayang