KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kinerja angkutan laut dalam negeri pada Desember 2025 juga mengalami tekanan cukup berat.
Jumlah kunjungan kapal dalam negeri di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau hanya sebanyak 350 unit. Angka ini turun 81,68 persen dibandingkan November 2025 dan turun 77,82 persen dibandingkan Desember 2024.
Penurunan kunjungan kapal berdampak langsung pada total kapasitas angkut. Dari sisi Gross Register Tonnage (GRT), kapal dalam negeri yang bersandar pada Desember 2025 tercatat sebesar 2.069.830 GRT.
Nilai tersebut turun 59,78 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 56,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dan, jika dilihat dari indikator Length Overall (LOA), total panjang kapal yang tercatat hanya 25.989 LOA, turun 78,53 persen dibandingkan November 2025.
Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama mengatakan, penurunan kunjungan kapal dalam negeri menunjukkan berkurangnya aktivitas distribusi laut di penghujung tahun.
“Secara historis, Desember memang kerap mengalami penyesuaian aktivitas. Namun penurunan pada Desember 2025 tergolong cukup dalam, terutama pada indikator unit kapal, GRT, dan LOA,” jelasnya.
Meski demikian, Marinda menegaskan bahwa kondisi ini belum dapat disimpulkan sebagai pelemahan struktural. Menurutnya, fluktuasi bulanan masih sangat dipengaruhi oleh pola pengiriman dan kebutuhan logistik tertentu.
“Perlu dilihat tren dalam beberapa bulan ke depan untuk menilai apakah penurunan ini bersifat sementara atau berlanjut," tuturnya.
Bagi sektor ekonomi daerah, aktivitas pelabuhan memiliki peran strategis sebagai penopang distribusi barang. Penurunan kunjungan kapal dalam negeri berpotensi berdampak pada kelancaran pasokan komoditas serta biaya logistik.
Oleh karena itu, data ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pelaku usaha transportasi laut dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas distribusi barang di Balikpapan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo