Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Industri Pengolahan Jadi Penyelamat Kinerja Ekspor Balikpapan

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 11 Februari 2026 | 05:00 WIB
Sektor industri pengolahan menopang kinerja perdagangan luar negeri Balikpapan pada pengujung 2025.
Sektor industri pengolahan menopang kinerja perdagangan luar negeri Balikpapan pada pengujung 2025.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Lonjakan ekspor pada akhir 2025 menjadi penanda kuatnya peran sektor industri pengolahan dalam menopang kinerja perdagangan luar negeri daerah.

Pada Desember 2025, nilai ekspor Balikpapan tercatat sebesar USD 732,80 juta, meningkat tajam 72,05 persen dibandingkan November 2025 yang sebesar USD 425,93 juta.

Peningkatan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas, khususnya hasil industri pengolahan. Nilai ekspor sektor ini melonjak dari USD 134,15 juta dolar pada November 2025 menjadi USD 375,55 juta pada Desember 2025 atau tumbuh 179,94 persen.

Kinerja ini menjadikan industri pengolahan sebagai penyumbang terbesar terhadap total ekspor bulanan.

Penguatan ekspor industri pengolahan ini kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama, menunjukkan mulai optimalnya nilai tambah produk yang dihasilkan daerah. Ia menilai peningkatan ini menjadi sinyal positif bagi struktur ekonomi Balikpapan yang semakin mengarah pada sektor hilir.

"Secara tahunan, total ekspor Desember 2025 juga meningkat 11 persen dibandingkan Desember 2024 yang tercatat sebesar USD 660,18 juta. Namun, capaian bulanan tersebut belum sepenuhnya menutup kinerja ekspor sepanjang tahun," sebutnya.

Berdasarkan data BPS, secara kumulatif nilai ekspor Balikpapan selama Januari–Desember 2025 mencapai USD 5,84 miliar, turun 8,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 6,41 miliar. Penurunan tahunan ini dipengaruhi melemahnya ekspor ke beberapa negara tujuan utama pada paruh awal 2025.

"Meski demikian, lonjakan ekspor Desember 2025 kemarin diharapkan memberi harapan baru bagi perbaikan kinerja ekspor Balikpapan," ujarnya.

Kinerja ekspor Balikpapan pada Desember 2025 melonjak seiring meningkatnya permintaan dari sejumlah negara tujuan utama di kawasan Asia Tenggara. "Malaysia tercatat sebagai negara dengan kenaikan ekspor terbesar secara bulanan, disusul Singapura," ucap Marinda.

Ekspor Balikpapan ke Malaysia pada Desember 2025 meningkat sebesar USD 34,25 juta atau melonjak 633,96 persen dibandingkan November 2025. Sementara itu, ekspor ke Singapura naik signifikan sebesar USD 16,76 juta atau tumbuh 38,35 persen.

Total nilai ekspor Balikpapan secara keseluruhan pada Desember 2025 mencapai USD 732,80 juta, naik USD 306,87 juta dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini menutupi penurunan ekspor ke beberapa negara lain.

Di tengah kenaikan tersebut, ekspor ke India dan Vietnam justru mengalami kontraksi. Ekspor ke India turun sebesar USD 8,87 juta atau 44,50 persen, sedangkan ekspor ke Vietnam menurun USD 5,31 juta atau 33,40 persen dibandingkan November 2025.

Menurut Marinda, lonjakan ekspor ke Malaysia dan Singapura menjadi faktor utama pendorong kenaikan ekspor Desember. Ia menjelaskan bahwa fluktuasi ekspor antarnegara tujuan merupakan hal yang lazim, dipengaruhi oleh permintaan dan jadwal pengiriman komoditas.

"Secara kumulatif Januari–Desember 2025, Tiongkok masih menjadi tujuan ekspor terbesar Balikpapan dengan nilai USD 2,04 miliar atau berkontribusi 34,91 persen terhadap total ekspor. Filipina berada di posisi kedua dengan kontribusi 15,04 persen," tutur Marinda.

Dinamika ini menunjukkan bahwa meski pasar utama tetap bertahan, diversifikasi negara tujuan ekspor masih menjadi pekerjaan penting bagi Balikpapan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#luar negeri #perdagangan #ekspor #balikpapan #industri pengolahan