KALTIMPOST.ID, Harga emas perhiasan pada Kamis, 12 Februari 2026, menunjukkan pergerakan yang relatif stabil dengan perubahan tipis di dua platform perdagangan, yakni Raja Emas Indonesia dan Lakuemas.
Kenaikan dan penurunan yang terjadi masih berada dalam rentang kecil, mencerminkan kondisi pasar yang cenderung konsolidatif.
Berdasarkan pembaruan dari situs resmi Raja Emas Indonesia, harga emas perhiasan kembali mengalami kenaikan tipis sebesar Rp 10.000 per gram, melanjutkan tren serupa seperti hari sebelumnya.
Untuk kadar emas 24 karat, harga tercatat berada di level Rp2.480.000 per gram, naik dari harga sebelumnya Rp2.470.000 per gram.
Kenaikan ringan ini juga diikuti oleh varian kadar emas lainnya yang turut mengalami penyesuaian harga secara bertahap.
Pergerakan naik tipis tersebut menunjukkan bahwa permintaan masih terjaga, namun belum cukup kuat untuk mendorong lonjakan harga yang signifikan.
Sementara itu, harga emas perhiasan di Lakuemas pada hari yang sama justru mengalami koreksi ringan. Penurunan terjadi secara merata pada seluruh kadar emas yang tersedia.
Untuk emas kadar 24 karat, harga saat ini berada di Rp2.489.000 per gram, turun Rp1.000 dibandingkan harga sebelumnya yang berada di Rp2.490.000 per gram.
Koreksi tipis ini mencerminkan adanya penyesuaian pasar yang wajar, sekaligus menandakan bahwa harga emas masih bergerak dalam rentang stabil tanpa tekanan besar.
Berikut harga emas perhiasan pada hari Kamis, 12 Februari 2026
Emas perhiasan Raja Emas Indonesia:
Emas 24 Karat: Rp 2.480.000
Emas 23 Karat: Rp 2.145.000
Emas 22 Karat: Rp 2.052.000
Emas 21 Karat: Rp 1.958.000
Emas 20 Karat: Rp 1.867.000
Emas 19 Karat: Rp 1.772.000
Emas 18 Karat: Rp 1.680.000
Emas 17 Karat: Rp 1.586.000
Emas perhiasan Lakuemas:
Emas 24 Karat (99%): Rp 2.489.000
Emas 23 Karat: Rp 2.161.000
Emas 22 Karat: Rp 2.067.000
Emas 21 Karat: Rp 1.976.000
Emas 20 Karat: Rp 1.881.000
Emas 19 Karat: Rp 1.785.000
Emas 18 Karat: Rp 1.690.000
Emas 17 Karat: Rp 1.594.000
Pasar Emas Masih Bergerak Wajar
Perbedaan arah harga antara Raja Emas Indonesia dan Lakuemas menunjukkan dinamika pasar yang sehat. Fluktuasi kecil seperti ini umumnya dipengaruhi oleh:
- Penyesuaian harga global emas
- Nilai tukar rupiah
- Biaya produksi dan distribusi perhiasan
- Strategi masing-masing platform perdagangan
Karena perubahan yang terjadi sangat terbatas, kondisi ini belum mencerminkan tren naik atau turun yang kuat.***
Editor : Dwi Puspitarini