KALTIMPOST.ID, Harga emas batangan ANTAM pada hari ini Sabtu, 14 Februari 2026, terpantau mengalami penurunan.
Berdasarkan pantauan pagi pada Jumat (13/2) dari laman resmi Logam Mulia, harga emas ANTAM berada di level Rp 2.904.000 per gram yang anjlok sebesar Rp 43.000.
Angka tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan perdagangan sebelumnya dan menunjukkan bahwa pasar emas sedang mengalami tekanan harga.
Tidak hanya harga jual, harga buyback juga mengalami penurunan yang cukup dalam hari ini.
Harga buyback turun sebesar Rp 53.000 dan berada di posisi Rp 2.688.000 per gram. Kondisi ini menandakan bahwa baik harga jual maupun harga buyback sama-sama melemah pada perdagangan akhir pekan.
Penurunan juga terjadi pada varian berat lainnya. Biasanya, perubahan harga pada seluruh pecahan emas mencerminkan pergerakan pasar global serta nilai tukar rupiah.
Sebagai informasi, harga emas ANTAM diperbarui secara berkala setiap hari pada pukul 08.30 WIB.
Masyarakat yang ingin melakukan transaksi disarankan untuk selalu mengecek pembaruan harga terbaru sebelum memutuskan membeli maupun menjual emas, guna mendapatkan nilai transaksi yang optimal.
Daftar Harga Emas Antam Sabtu, 14 Februari 2026:
Baca Juga: 7 Kesalahan Fatal saat Investasi Emas, Nomor 3 Paling Sering Dilakukan Pemula
- 0,5 gram: Rp 1.502.000
- 1 gram: Rp 2.904.000
- 2 gram: Rp 5.748.000
- 3 gram: Rp 8.597.000
- 5 gram: Rp 14.295.000
- 10 gram: Rp 28.535.000
- 25 gram: Rp 71.212.000
- 50 gram: Rp 142.345.000
- 100 gram: Rp 284.612.000
- 250 gram: Rp 711.265.000
- 500 gram: Rp 1.422.320.000
- 1.000 gram (1 kg): 2.844.600.000
Pajak Pembelian dan Buyback Emas Antam
Selain harga, pembeli juga perlu memperhatikan ketentuan pajak sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017.
Pajak Pembelian (PPh 22)
- 0,45% bagi pembeli dengan NPWP
- 0,9% bagi pembeli tanpa NPWP
Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti potong pajak.
Pajak Buyback (Penjualan Kembali)
Berlaku untuk transaksi di atas Rp 10 juta:
- 1,5% bagi pemilik NPWP
- 3% bagi non-NPWP
Pajak buyback langsung dipotong dari nilai transaksi saat penjualan.***
Editor : Dwi Puspitarini