Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Epson Pilih Kualitas Produk di Tengah Gempuran Printer Murah

Agus Prayitno • Sabtu, 14 Februari 2026 | 14:00 WIB

Managing Director Epson Indonesia, Ng Ngee Khiang, saat sesi Media Gathering di Bangkok, Thailand. Kamis (12/02/2026).
Managing Director Epson Indonesia, Ng Ngee Khiang, saat sesi Media Gathering di Bangkok, Thailand. Kamis (12/02/2026).

KALTIMPOST.ID, Thailand - Di tengah tren digitalisasi dan maraknya printer murah, Epson Indonesia menegaskan tidak ingin terjebak perang harga. Epson memilih fokus pada kualitas produk dan nilai jangka panjang bagi pengguna di Indonesia.

Perkembangan layanan digital memang membuat penggunaan dokumen fisik mulai berkurang. Istilah paperless pun kerap disebut sebagai masa depan dunia kerja dan pendidikan.

Namun kebutuhan mencetak dokumen belum sepenuhnya hilang. Hal ini disampaikan Managing Director Epson Indonesia, Ng Ngee Khiang, dalam sesi Media Gathering Epson Indonesia di The Berkeley Hotel, Bangkok, Thailand, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga: Proyek Jembatan Nibung Hampir Selesai, Warga Tuntut Pembayaran Material dan Sewa Alat Berat 1,8 Miliar

Menurut Ng Ngee Khiang, digitalisasi mengubah perilaku pengguna tetapi tidak menghapus kebutuhan printer. Ia menegaskan bahwa kebutuhan cetak masih kuat terutama di sekolah, UMKM, dan perkantoran.

“Walaupun tren digitalisasi berkembang, kebutuhan printer masih ada karena untuk keperluan aktivitas sekolah, UMKM, dan perkantoran," jelas Ng Ngee Khiang. Ia menyebut segmen tersebut masih ramai dan berkontribusi besar bagi bisnis Epson.

Perubahan justru terlihat pada pergeseran segmen pengguna. Jika dulu printer identik dengan rumah tangga, kini permintaan bergeser ke sektor bisnis dan institusi pendidikan dengan volume cetak tinggi.

Di sisi lain, industri printer menghadapi tekanan dari produk-produk berharga murah. Persaingan pasar pun semakin ketat dan sensitif terhadap harga.

Baca Juga: Nekat Berbuat Mesum di Taksi Online, Sejoli di Jakarta Diblokir Permanen dan Diburu Polisi

Menghadapi kondisi itu, Epson memilih pendekatan berbeda. Perusahaan tidak ingin bersaing semata-mata pada harga awal perangkat.

“Kami, dan mungkin semua orang, tahu harga perangkat Epson memang mahal dibanding lainnya. Nah, kami di sini tidak ingin bersaing semata-mata di harga. Fokus kami ada pada kualitas produk, daya tahan, dan nilai jangka panjang bagi pengguna,” ujar Ng Ngee Khiang. 

Ia menambahkan, banyak pengguna kini mempertimbangkan total biaya penggunaan. Faktor konsumsi tinta dan ketahanan mesin menjadi perhatian selain harga beli.

Selain printer, tantangan juga muncul di kategori proyektor. Perangkat ini mulai menghadapi persaingan dari teknologi layar interaktif.

Meski demikian, Epson menilai proyektor tetap memiliki ceruk penggunaan tersendiri. Perangkat visual ini dinilai masih relevan untuk ruang kelas dan ruang rapat.

“Untuk kebutuhan ruang kelas atau meeting room, proyektor masih punya keunggulan dari sisi ukuran tampilan dan efisiensi biaya,” ungkap Ng Ngee Khiang. 

Baca Juga: Polisi Makan Polisi, Peran AKBP Didik dalam Jaringan Narkoba Bima Kota Terungkap

Strategi ini menunjukkan Epson memilih bersaing lewat kualitas produk, dengan mengutamakan daya tahan dan efisiensi jangka panjang.

Editor : Agus Prayitno
#thailand #Epson Media Gathering 2026