KALTIMPOST.ID, Pada perdagangan awal pekan, Senin (16/2/2026), harga emas perhiasan di Raja Emas Indonesia dan Lakuemas tercatat belum mengalami perubahan sejak Minggu (15/2/2026).
Harga Emas Perhiasan Raja Emas Indonesia
Berdasarkan pembaruan harga hari ini, emas perhiasan di Raja Emas Indonesia untuk:
- Kadar 24 karat berada di Rp 2.470.000 per gram
- Seluruh varian kadar emas lainnya juga tidak mengalami perubahan harga
Stabilnya harga ini menandakan belum adanya sentimen baru yang cukup kuat untuk menggerakkan pasar emas perhiasan dalam waktu dekat.
Harga Emas Perhiasan Lakuemas
Sementara itu, harga emas perhiasan di Lakuemas juga menunjukkan pola yang sama:
- Kadar 24 karat tercatat di Rp 2.568.000 per gram
- Harga tersebut masih bertahan tanpa perubahan sejak hari sebelumnya
Kondisi ini mencerminkan adanya fase konsolidasi harga, di mana pelaku pasar cenderung menunggu arah pergerakan selanjutnya, baik dari faktor global maupun nilai tukar.
Berikut harga emas perhiasan pada hari Senin, 16 Februari 2026
Emas perhiasan Raja Emas Indonesia:
Emas 24 Karat: Rp 2.470.000
Emas 23 Karat: Rp 2.230.000
Emas 22 Karat: Rp 2.132.000
Emas 21 Karat: Rp 2.037.000
Emas 20 Karat: Rp 1.938.000
Emas 19 Karat: Rp 1.840.000
Emas 18 Karat: Rp 1.743.000
Emas 17 Karat: Rp 1.645.000
Emas perhiasan Lakuemas:
Emas 24 Karat (99%): Rp 2.568.000
Emas 23 Karat: Rp 2.231.000
Emas 22 Karat: Rp 2.133.000
Emas 21 Karat: Rp 2.039.000
Emas 20 Karat: Rp 1.941.000
Emas 19 Karat: Rp 1.842.000
Emas 18 Karat: Rp 1.744.000
Emas 17 Karat: Rp 1.645.000
Harga emas yang kembali stabil sering dianggap sebagai momen yang relatif aman untuk membeli, terutama bagi pembeli jangka panjang.
Namun, keputusan tetap perlu disesuaikan dengan tujuan masing-masing:
- Untuk investasi jangka panjang: fase stabil dapat menjadi titik masuk yang baik.
- Untuk kebutuhan perhiasan: harga yang tidak berubah membantu perencanaan anggaran.
- Untuk spekulasi jangka pendek: masih perlu menunggu sinyal pergerakan pasar berikutnya.
Dengan kata lain, stabilitas saat ini bukan berarti harga akan terus datar, melainkan menjadi fase transisi sebelum arah tren selanjutnya terbentuk.***
Editor : Dwi Puspitarini