KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Lonjakan kebutuhan uang tunai jelang Ramadan dan Idulfitri bukan cerita baru. Namun tahun ini, suplai yang disiapkan lebih tebal.
Bank sentral memastikan likuiditas rupiah di Kalimantan Timur tetap aman saat puncak kebutuhan masyarakat menyentuh periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI).
Melalui program SERAMBI 2026 (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) bertema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”, Bank Indonesia bersama perbankan kembali menggelar layanan pemenuhan kebutuhan uang layak edar.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan menegaskan, program tersebur merupakan langkah strategis untuk menjaga kecukupan uang rupiah di tengah lonjakan aktivitas ekonomi musiman.
SERAMBI merupakan respons atas meningkatnya kebutuhan uang Rupiah pada periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) sekaligus bagian dari amanat UU No.7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.
Aturan itu untuk menjamin ketersediaan uang yang layak edar, dengan pecahan yang sesuai, tepat waktu sesuai kebutuhan masyarakat, serta aman dari upaya pemalsuan, dengan tetap mengedepankan prinsip efisiensi dan kepentingan nasional.
Secara nasional, BI menyiapkan Uang Layak Edar (ULE) yakni Rp 185,6 triliun untuk Ramadan dan Idulfitri 2026. Khusus Kaltim, disiapkan uang tunai Rp2,18 triliun. Nilai itu meningkat 19,13 persen (year on year) dibanding tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut bukan tanpa alasan. Setiap RAFI, kebutuhan uang kartal di Kaltim umumnya mencapai sekitar 20 persen dari total kebutuhan tahunan. Tahun lalu menjadi cermin. Pada 2025, dari Rp2,2 triliun yang disiapkan, realisasi penyaluran mencapai Rp1,8 triliun.
Sedangkan untuk KPw BI Balikpapan menyiapkan Rp2,2 triliun untuk tiga daerah wilayah kerja yakni Balikpapan, Penajam Paser Utara dan Paser. Secara total, yakni Rp4,39 triliun yang disiapkan untuk Kaltim.
Artinya, suplai tahun ini disusun lebih presisi untuk mengantisipasi dinamika permintaan masyarakat. Distribusi dilakukan secara sinergis bersama perbankan di tujuh kabupaten/kota wilayah kerja KPw BI Kaltim yaitu Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Mahakam Ulu dan Berau.
Dalam kesempatan KICK OFF SERAMBI Jumat (13/2) lalu juga dilakukan penyerahan lima kotak amal untuk masjid di Samarinda yang dirancang agar uang kertas tidak terlipat serta dilengkapi QRIS, sebagai dukungan digitalisasi pembayaran donasi.
Dengan kesiapan dana triliunan rupiah dan koordinasi lintas sektor, Jajang memastikan distribusi uang rupiah di Kaltim berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan tetap terjaga kualitasnya selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo