Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Piala Dunia 2026

Okupansi Hotel di Balikpapan Turun pada Akhir Tahun, Kok Bisa?

Ulil Mu'Awanah • Senin, 16 Februari 2026 | 09:53 WIB
TERTEKAN: Hotel bintang tiga mencatat tingkat hunian tertinggi pada akhir tahun lalu dengan capaian 74,71 persen.
TERTEKAN: Hotel bintang tiga mencatat tingkat hunian tertinggi pada akhir tahun lalu dengan capaian 74,71 persen.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kinerja hotel berbintang di Balikpapan pada akhir 2025 menunjukkan perlambatan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) pada Desember 2025 tercatat sebesar 64,50 persen, menurun dibandingkan November 2025 yang mencapai 64,69 persen.

Penurunan juga terlihat cukup dalam jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Desember 2024 sebesar 69,65 persen.

Meski akhir tahun identik dengan peningkatan perjalanan, data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan menunjukkan, okupansi hotel justru belum kembali ke level tahun sebelumnya.

Secara klasifikasi, hotel bintang tiga mencatat tingkat hunian tertinggi dengan capaian 74,71 persen. Sebaliknya, hotel bintang satu dan dua berada pada posisi terendah dengan tingkat hunian 46,57 persen.

"Hotel bintang empat mencatat TPK sebesar 60,16 persen, sedangkan hotel bintang lima berada di angka 69,00 persen. Jika dibandingkan November 2025, hampir seluruh klasifikasi hotel mengalami penurunan, terutama hotel bintang lima yang turun 2,14 poin dari 71,14 persen," beber Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama.

Dirinya menjelaskan, bahwa dinamika okupansi hotel sangat dipengaruhi pola mobilitas wisatawan dan aktivitas bisnis. Ia menyebutkan bahwa meskipun masih berada di level cukup tinggi, tren akhir tahun menunjukkan penyesuaian pasar.

“Pergerakan TPK menunjukkan adanya normalisasi setelah periode aktivitas tinggi pada bulan sebelumnya. Faktor perjalanan bisnis dan pola libur masyarakat turut memengaruhi tingkat hunian hotel,” ujar Marinda.

Sepanjang 2025, pergerakan okupansi hotel sempat mengalami titik terendah pada Maret dengan angka 39,20 persen sebelum perlahan naik kembali hingga akhir tahun. Kenaikan mulai terlihat sejak April dan stabil di kisaran 53 hingga 57 persen hingga memasuki kuartal terakhir.

Meski terjadi penurunan tahunan, sektor perhotelan masih menunjukkan daya tahan. "Tingkat hunian di atas 60 persen menandakan permintaan kamar tetap terjaga, terutama dari segmen perjalanan kerja dan kegiatan pemerintahan yang masih menjadi penopang utama industri hotel di Balikpapan," tuturnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#hotel berbintang #turun #okupansi #balikpapan