KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kenaikan luas panen jagung di Kalimantan Timur pada 2025 berbanding lurus dengan lonjakan produksi.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK-KA 14%) mencapai 10,29 ribu ton sepanjang 2025.
"Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2025 sebanyak 10,29 ribu ton, mengalami kenaikan sebanyak 6,34 ribu ton atau 160,22 persen dibandingkan pada 2024 yang sebanyak 3,96 ribu ton," ungkap Statistisi Ahli Madya BPS Kaltim Vivi Azwar.
Artinya, produksi melonjak lebih dari satu setengah kali lipat dalam setahun. Jika dilihat dari produksi jagung pipilan kering kadar air 28 persen (JPK-KA 28%), total produksi 2025 mencapai 13.923 ton, meningkat dari 5.350 ton pada 2024.
Pergerakan bulanan menunjukkan tren kuat. Pada Januari 2025 produksi JPK-KA 14% mencapai 1.048 ton, Februari 671 ton, Maret 880 ton, April 823 ton, dan Mei 1.014 ton. Produksi tertinggi terjadi pada Juni sebesar 1.329 ton. September juga mencatat angka tinggi yakni 1.382 ton.
Untuk JPK-KA 28%, produksi tertinggi 2025 terjadi pada September. “Produksi JPK-KA 28% tertinggi pada 2025 terjadi pada bulan September yaitu sebesar 1,87 ribu ton," sambungnya.
Bandingkan dengan 2024, produksi Januari hanya 263 ton dan Juni 143 ton (KA 14%). Kenaikan pada 2025 hampir terjadi di seluruh bulan.
Secara subround, Januari-April 2025 menghasilkan 3.422 ton (KA 14%), Mei-Agustus 4.102 ton, dan September-Desember 2.768 ton. Total tahunan mencapai 10.292 ton. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo