KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Deretan promo kamar hotel dan potongan harga menu restoran di Balikpapan mulai ramai diburu pengunjung sejak awal Februari.
Momentum perayaan Hari Ulang Tahun ke-129 Balikpapan dimanfaatkan pelaku industri perhotelan dan kuliner untuk menghidupkan kembali pergerakan ekonomi melalui program promosi terpadu yang menyasar wisatawan maupun tamu bisnis dari luar daerah.
Melalui program Balikpapan Great Sale, hotel dan restoran di kota ini serentak memberikan berbagai penawaran khusus.
Langkah tersebut tidak sekadar memeriahkan hari jadi kota, tetapi juga menjadi strategi meningkatkan kunjungan sekaligus menjaga stabilitas sektor hospitality yang menjadi salah satu penopang ekonomi jasa di Balikpapan.
Kepada awak media, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Soegianto mengatakan, partisipasi pelaku usaha merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah daerah dalam memperkuat daya tarik kota.
“Dalam rangka hari jadi Balikpapan ke-129, hotel dan restoran ikut memeriahkan dengan memberikan promo. Tujuannya agar tamu luar daerah tertarik datang dan merasakan langsung suasana Balikpapan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, seluruh peserta program memberikan diskon minimal 12,9 persen sebagai simbol usia kota. Namun setiap pelaku usaha memiliki skema promo yang berbeda sehingga tidak terjadi persaingan harga yang tidak sehat.
“Setiap hotel punya kebijakan masing-masing. Tidak ada perang harga. Justru ini kolaborasi supaya Balikpapan semakin menarik untuk dikunjungi,” kata Soegianto.
PHRI Balikpapan menilai kolaborasi promosi semacam ini penting untuk menjaga ritme ekonomi kota tetap bergerak. Selain meningkatkan kunjungan, kegiatan bersama antar pelaku usaha juga memperkuat citra Balikpapan sebagai kota tujuan bisnis dan wisata yang aktif menghadirkan berbagai pengalaman bagi pengunjung.
Program yang berlangsung dari 1 hingga 28 Februari tersebut diharapkan mampu menciptakan efek ekonomi berantai. Peningkatan okupansi hotel diharapkan berdampak langsung pada sektor restoran, transportasi, hingga pusat perbelanjaan.
Meski begitu, pelaksanaan promosi tahun ini beririsan dengan datangnya bulan Ramadan yang biasanya memengaruhi pola perjalanan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam mengukur efektivitas program.
“Program tetap berjalan sampai tanggal 28 meskipun memasuki bulan puasa. Evaluasi nanti dilakukan di akhir periode untuk melihat hasilnya selama satu bulan penuh,” jelasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo