KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur sepanjang 2025 belum sepenuhnya menggembirakan. Secara tahunan memang tercatat tumbuh 5,04 persen (year-on-year/yoy) pada triwulan IV 2025.
Namun bila dihitung kumulatif (c-to-c), pertumbuhan ekonomi Kaltim hanya mencapai 4,53 persen dibanding 2024. Angka tersebut bahkan masih berada di bawah capaian nasional.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kaltim Edih Mulyadi menyebut, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama. Namun, dia menegaskan bahwa jika dibandingkan dengan pertumbuhan nasional, angka tersebut masih relatif lebih rendah.
“Tentu pertumbuhan itu kalau diperhatikan dibandingkan nasional tentu lebih rendah. Tingkat rendah menjadi tantangan semua pihak,” tegasnya. Indonesia mencatat 5,11 persen yoy.
Menurut Edih, sepanjang 2025 faktor fiskal sempat memberikan dorongan, terutama karena pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Meski tak semasif 2024, realisasi anggaran IKN tetap signifikan.
“Tahun kemarin cukup bisa mendorong tingkat fiskal di wilayah Kaltim terutama karena IKN. Walau tidak semasif 2024, tapi sudah menurut hemat kami cukup. Realisasi IKN kalau tidak salah hampir Rp 14 triliun dan serapannya cukup bagus,” jelasnya.
Namun, struktur ekonomi Kaltim menunjukkan bahwa belanja pemerintah bukan faktor dominan. “Kalau kita lihat dari struktur PDRB Kaltim, peran government expenditure (pengeluaran pemerintah) tidak lebih dari 5,4–6 persen saja. Porsi terbesar tetap ada pada sektor pertambangan dan penggalian serta industri pengolahan,” ungkap Edih.
Data 2025 menunjukkan, total PDRB Kaltim mencapai Rp 889,07 triliun. Sektor pertambangan dan penggalian menyumbang sekitar 34 persen, sementara industri pengolahan sekitar 24 persen. Di sisi lain, konsumsi pemerintah hanya sekitar Rp 46,59 triliun atau sekitar 5,24 persen dari total PDRB.
“Kalau mau mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat lagi, justru sektor-sektor yang memang porsinya besar yang harus disentuh. Kalau porsinya kecil, walau cepat dan besar pertumbuhannya tidak terlalu nendang secara keseluruhan,” tegasnya.
Edih optimistis ekonomi Kaltim akan terus tumbuh, meski dengan laju yang realistis. “Saya tetap optimistis ekonomi Kaltim tetap tumbuh, walau persentase pertumbuhannya saya tidak terlalu berharap banyak, karena harus realistis,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A