Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kemiskinan di Kaltim Naik Tipis Jadi 5,19 Persen, Jumlahnya Capai 202 Ribu Warga

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 18 Februari 2026 | 16:04 WIB
PERSENTASE: Tingkat kemiskinan Kaltim naik 5,19 persen. Akibatnya, 2.330 orang masuk dalam penduduk miskin.
PERSENTASE: Tingkat kemiskinan Kaltim naik 5,19 persen. Akibatnya, 2.330 orang masuk dalam penduduk miskin.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Tren penurunan kemiskinan Kalimantan Timur yang berlangsung hampir satu dekade kembali tersendat. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, pada September 2025 angka kemiskinan naik tipis dibanding semester sebelumnya.

“Persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 5,19 persen meningkat 0,02 persen poin dibanding Maret 2025 sebesar 5,17 persen, dan menurun 0,32 persen poin terhadap September 2024,” beber Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai.

Dari sisi jumlah penduduk, angkanya juga bergerak naik secara semesteran. “Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 202,04 ribu orang, meningkat 2,33 ribu orang dibanding Maret 2025 sebesar 199,71 ribu orang, dan menurun 9,84 ribu orang dibanding September 2024,” lanjutnya.

Dia menjelaskan bahwa secara historis, tren kemiskinan Kaltim sebenarnya cenderung menurun. “Secara umum, pada periode Maret 2016-Maret 2025 terkecuali masa Covid 19 pada tahun 2020-2022, kemiskinan di Kaltim cenderung mengalami penurunan, namun pada September 2025 kemiskinan mengalami kenaikan baik dari sisi jumlah maupun persentase,” sambungnya.

Artinya, kenaikan kali ini bukan gambaran jangka panjang, melainkan dinamika semesteran yang perlu dicermati. Jika dibandingkan dengan September 2024, justru terlihat perbaikan yang cukup signifikan.

Artinya, upaya pengentasan kemiskinan di Kaltim masih berada dalam koridor tren menurun secara tahunan, tetapi rentan terhadap tekanan ekonomi jangka pendek. Fluktuasi kecil sekalipun tetap berdampak pada ribuan penduduk.

Data kemiskinan September 2025 dihitung berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Konsumsi dan Pengeluaran. Data itu menjadi rujukan utama pemerintah dalam menyusun kebijakan sosial, termasuk perlindungan bagi kelompok rentan.

Kenaikan tipis 0,02 persen poin mungkin terlihat kecil secara statistik. Namun di balik angka tersebut terdapat lebih dari dua ribu warga yang kembali berada di bawah garis kemiskinan.

Itulah sebabnya, stabilitas ekonomi dan daya beli tetap menjadi kunci menjaga tren penurunan kemiskinan tetap berlanjut. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#penduduk miskin #angka kemiskinan #bps #kaltim #kalimantan timur #kemiskinan