KALTIMPOST.ID-Di tengah ketidakpastian ekonomi global, instrumen emas kembali dipromosikan sebagai pilihan investasi aman bagi masyarakat.
Hal ini menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan BSI Fest Ramadan 2026 yang digelar PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk di sembilan kota besar Indonesia.
Melalui festival tersebut, BSI memperkenalkan konsep perencanaan finansial berbasis emas yang dikaitkan langsung dengan keperluan ibadah jangka panjang, khususnya haji dan umrah.
Program cicil emas dengan berbagai promo menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian expo Ramadan tahun ini.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan emas dipilih sebagai narasi utama karena memiliki karakter aset lindung nilai yang stabil serta sesuai prinsip syariah.
“Emas kami dorong sebagai langkah awal masyarakat membangun aset. Bahkan dengan gramasi kecil, masyarakat sudah bisa mulai menabung untuk perjalanan haji di masa depan,” ucapnya.
Menurut Erwan, tren investasi di kalangan generasi muda terus meningkat. Maka, pendekatan edukasi dilakukan melalui kegiatan festival agar masyarakat memahami hubungan antara investasi, perencanaan ibadah, dan stabilitas finansial keluarga.
BSI menawarkan berbagai promo seperti cashback cicil emas hingga Rp 300 ribu serta diskon paket umrah hingga Rp 4 juta melalui penggunaan kartu dan layanan debit BSI.
Skema itu diharapkan mendorong masyarakat beralih dari pola konsumtif menjadi perencanaan keuangan jangka panjang.
Selain edukasi investasi, festival menghadirkan kajian keuangan syariah yang dikemas bersama tausiyah dari sejumlah dai nasional.
Pendekatan itu dinilai efektif karena literasi finansial disampaikan dalam suasana spiritual Ramadan.
Area Manager BSI Kaltimtara Andhi Asni menyebut program tersebut relevan dengan keperluan masyarakat yang mulai sadar pentingnya persiapan finansial sejak dini.
“Kami melihat minat masyarakat terhadap investasi syariah meningkat. Program seperti ini membantu mereka memahami cara merencanakan ibadah sekaligus menjaga nilai aset,” ujarnya.
BSI optimistis pendekatan berbasis edukasi investasi akan memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap produk keuangan yang aman dan berkelanjutan. (rd)
Editor : Romdani.