Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Intip Perjalanan Karir Manajer BSI Area Balikpapan Andi Asni, dari Anak Pelaut ke Pimpinan Perbankan Syariah

Ulil Mu'Awanah • Sabtu, 21 Februari 2026 | 16:12 WIB

Manager BSI Area Balikpapan (Kaltimra) Andi Asni.
Manager BSI Area Balikpapan (Kaltimra) Andi Asni.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Perjalanan karier Andi Asni di dunia perbankan syariah bukanlah kisah yang dirancang sejak awal. Ia tidak lahir dari keluarga banker, juga bukan lulusan ekonomi.

Namun lebih dari dua dekade kemudian, perempuan lulusan perikanan itu justru berdiri sebagai Area Manager BSI Area Balikpapan (Kaltimra), memimpin pengembangan bisnis perbankan syariah di wilayah yang terus bertumbuh.

Andi mengawali kisahnya dengan sederhana. Ia berasal dari keluarga biasa; ayahnya seorang pelaut, sementara ibunya guru sekolah dasar. Dunia bank sama sekali bukan lingkungan yang akrab baginya sejak kecil.

“Jadi sebenarnya tidak ada basic perbankan di keluarga. Mungkin ini memang rezekinya di sini,” bebernya sambil tersenyum.

Lulus sebagai sarjana perikanan dari Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Andi sempat membayangkan masa depan sebagai pendidik.

Ia bahkan pernah mengajar di lembaga kursus Bahasa Inggris. Namun pandangan sang ibu tentang profesi pegawai bank yang rapi, profesional dan menjanjikan perlahan mengubah arah hidupnya.

“Orang tua saya dulu melihat pegawai bank itu pekerjaan yang bagus, rapi dan terhormat. Dari situlah saya mulai mencoba,” kata putri pasangan Andi Syafruddin dan Andi Margawati ini.

Langkah awalnya dimulai di Bank BNI Balikpapan. Namun setelah menikah dengan sesama pegawai bank, ia memilih berpindah dan bergabung dengan Bank Syariah Mandiri pada 2003. Keputusan itu menjadi titik balik panjang dalam kariernya.

Ia memulai dari posisi paling dasar sebagai asisten marketing officer dengan status calon pegawai. Setahun kemudian, ia resmi menjadi pegawai tetap. Dunia perbankan yang awalnya terasa asing perlahan dipahami melalui proses belajar dan pengalaman lapangan. Menurut Andi, bisnis bank sebenarnya sederhana namun menuntut ketelitian tinggi.

“Intinya ada tiga, funding, financing atau pembiayaan dan jasa layanan. Saya banyak berkarier di sisi funding, mengelola dana nasabah,” jelasnya.

Kariernya terus menanjak. Ia lulus seleksi officer, menjadi funding officer, kemudian menangani nasabah prioritas. Tahun 2011 menjadi tonggak penting ketika ia dipercaya memimpin Kantor Cabang Pembantu di Balikpapan sebagai sub-branch manager.

Jabatan itu ia jalani lebih dari satu dekade, melewati berbagai jenjang kelas cabang sebelum akhirnya naik ke posisi lebih strategis.

Saat merger tiga bank syariah nasional melahirkan Bank Syariah Indonesia pada 2021, Andhi menjadi bagian dari transformasi besar tersebut. Ia kemudian dipromosikan sebagai Deputy Funding di Regional Office Makassar sebelum kembali ke Kalimantan pada awal 2025 sebagai Area Manager Balikpapan.

Per 1 Januari lalu, perjalanan kariernya genap 23 tahun di industri perbankan syariah. Meski bukan berlatar ekonomi, Andi percaya dunia perbankan justru terbuka bagi berbagai disiplin ilmu.

Ia mencontohkan banyak rekan kerjanya berasal dari hukum, matematika, geofisika hingga ilmu social. “Perbankan itu multidisiplin. Yang penting kemauan belajar dan integritas,” katanya.

Untuk memperkuat kompetensinya, ia menempuh pendidikan Magister Manajemen di Universitas Mulawarman pada 2013. Bekal akademik itu, menurutnya, membantu memahami kepemimpinan dan strategi bisnis secara lebih matang.

Kini, setelah perjalanan panjang dari anak pelaut hingga memimpin area perbankan syariah, Andi memandang kariernya sebagai proses takdir yang dibentuk oleh kerja keras dan keberanian mencoba hal baru.

“Saya dulu jauh dari dunia bank, bahkan kuliahnya perikanan. Tapi ternyata berjodohnya di sini. Kadang hidup memang membawa kita ke jalan yang tidak pernah kita rencanakan,” tuturnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#andi asni #BSI #perjalanan karier #perbankan syariah