KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Memasuki Ramadan 2026, pusat perbelanjaan di Kalimantan Timur menghadapi fase penurunan kunjungan sementara sebelum memasuki puncak belanja Lebaran. Ketua APPBI Kaltim Aries Adriyanto mengatakan kondisi ini merupakan pola tahunan yang selalu terjadi.
Pada awal Ramadan, tingkat kunjungan bahkan bisa turun hingga 30 persen dibandingkan hari biasa. Masyarakat cenderung mengurangi aktivitas luar rumah dan mengalihkan pengeluaran ke kebutuhan pokok.
“Awal Ramadan biasanya memang drop. Orang lebih fokus ibadah dan aktivitas di rumah,” ucap Aries. Namun penurunan tersebut tidak berlangsung lama.
Pengelola mal telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan, mulai dari diskon besar hingga penyelenggaraan event bernuansa religi.
Sejumlah pusat perbelanjaan menghadirkan festival Ramadan, lomba anak, hingga kegiatan komunitas muslim untuk menarik kunjungan keluarga. Event seperti lomba beduk dan aktivitas edukatif anak menjadi agenda rutin menjelang Lebaran.
“Biasanya dua minggu menjelang Lebaran mulai ramai. Event dan promo keluar bersamaan,” ujar pria yang juga General Manager Plaza Balikpapan tersebut.
Selain kegiatan hiburan, tenant juga mulai menyiapkan promo lanjutan setelah Balikpapan Great Sale berakhir. Diskon bervariasi dari 10 hingga 70 persen diprediksi menjadi daya tarik utama konsumen.
Momentum gajian dan pencairan THR dinilai menjadi faktor penentu lonjakan transaksi. Aries menyebut periode tersebut sebagai masa panen bagi pelaku ritel setiap tahun. “Setelah gaji dan THR cair, masyarakat mulai belanja kebutuhan Lebaran. Itu yang menjadi puncak transaksi,” katanya.
Dengan strategi promosi berlapis dan rangkaian event Ramadan, pengelola pusat belanja optimistis performa sektor ritel tetap stabil meski menghadapi tantangan ekonomi nasional.
Menurut Aries, pusat perbelanjaan di Kaltim masih berada dalam tren pertumbuhan yang sehat hingga memasuki musim Lebaran tahun ini. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo