Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

CIMB Niaga Bukukan Laba Rp 8,8 Triliun,  Total Aset Rp 372,7 Triliun  

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 27 Februari 2026 | 12:55 WIB

CIMB Niaga catat laba sebelum pajak konsolidasi Rp8,8 triliun sepanjang 2025.
CIMB Niaga catat laba sebelum pajak konsolidasi Rp8,8 triliun sepanjang 2025.
 

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - PT Bank CIMB Niaga Tbk membukukan laba sebelum pajak konsolidasi (audited) Rp 8,8 triliun sepanjang 2025. Perolehan tersebut menghasilkan earnings per share yakni Rp 273,53. Dari sisi intermediasi, total kredit atau pembiayaan tercatat Rp 238,3 triliun atau tumbuh 4,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Kami menyampaikan bahwa hasil kinerja CIMB Niaga pada tahun 2025 mencerminkan konsistensi performa serta kesehatan fundamental bisnis bank. Sepanjang tahun tersebut, kami berhasil memperkuat posisi likuiditas dan permodalan. Di mana hal tersebut semakin memperkuat landasan kami untuk terus bertumbuh sekaligus memastikan untuk senantiasa memberikan nilai jangka panjang," beber Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan.

Dia menyatakan hasil tersebut mencerminkan kondisi fundamental perseroan. "Kerangka manajemen risiko kami terjaga dengan baik yang tercermin dari kualitas aset, dengan rasio kredit bermasalah bruto (gross non-performing loan/NPL)  1,81 persen dan cost of credit (CoC) yang menurun menjadi 0,74 persen.

Pada akhirnya, perolehan return on equity (ROE) 13,0 persen menunjukkan kapasitas bank dalam menghasilkan profitabilitas yang stabil, dengan tetap menjaga profil keuangan yang disiplin dan solid,” ujarnya.

Permodalan dan likuiditas juga dilaporkan berada pada level yang terjaga. Capital adequacy ratio (CAR) tercatat 24,8 persen, sedangkan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 86,8 persen.

Total dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 270,5 triliun atau tumbuh 3,8 persen yoy. Pertumbuhan tersebut ditopang dana murah (CASA) yang naik 10,1 persen yoy menjadi Rp 189,5 triliun. Rasio CASA terhadap DPK tercatat 70 persen.

Berdasarkan segmen, pertumbuhan kredit tertinggi berasal dari Perbankan Korporat yang naik 6,7 persen yoy. Perbankan Konsumer tumbuh 3,4 persen, sedangkan segmen UKM meningkat 2 persen. Pada kredit ritel, Kredit Pemilikan Mobil (KPM) tercatat tumbuh 10,1 persen yoy.

Secara konsolidasi, total aset CIMB Niaga per 31 Desember 2025 mencapai Rp 372,7 triliun. Pihaknya menyatakan akan tetap fokus pada pertumbuhan kredit yang bijaksana dan menjaga kualitas aset pada 2026. (*)

Editor : Sukri Sikki
#bank cimb niaga #laba #lani darmawan