KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Lesunya kegiatan pemerintah membuat pelaku event organizer (EO) di Kaltim mulai putar otak mengalihkan strategi bisnis. Salah satunya dengan memperbanyak kegiatan yang melibatkan sektor swasta dan industri.
Ketua Asperapi Kaltim, Deddy Iskandar, mengatakan banyak EO kini mencoba menciptakan event secara mandiri dengan menggandeng sponsor maupun asosiasi industri. Menurutnya, model event yang kini mulai dikembangkan adalah pameran tematik berbasis bisnis (business to business/B2B).
“Kalau dulu banyak event dari pemerintah, sekarang kami mencoba membuat event tematik dan lebih banyak menggandeng swasta,” ujarnya.
Salah satu contohnya adalah pameran industri yang berkaitan dengan sektor tambang dan konstruksi. Dalam konsep ini, EO bekerja sama dengan asosiasi industri untuk mengundang perusahaan-perusahaan terkait.
Pameran tersebut biasanya menggunakan sistem penjualan stan kepada perusahaan yang ingin mempromosikan produk atau layanan mereka. “Misalnya brand sparepart atau alat-alat tambang ikut membuka stan. Pengunjungnya dari perusahaan-perusahaan tambang yang ada di Kalimantan,” jelasnya.
Deddy menambahkan, beberapa pameran bahkan melibatkan perusahaan luar negeri. Salah satunya melalui kolaborasi dengan penyelenggara pameran dari Singapura dalam kegiatan Balikpapan Industrial Expo yang terlaksana November lalu.
Dalam kegiatan tersebut, EO lokal berperan sebagai mitra yang memahami kondisi pasar di daerah. “Pesertanya banyak dari perusahaan asing, tapi pengunjungnya perusahaan-perusahaan di sini. Jadi kita membantu menghubungkan mereka,” katanya.
Selain pameran industri, ADW Bersaudara juga mencoba membuat event berbasis komunitas dengan menggandeng sponsor. Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkolaborasi dengan Bank Kaltimtara untuk menggelar Bangkaltimtara Modifikasi, sebuah kontes modifikasi mobil yang melibatkan komunitas otomotif se-Kalimantan Timur.
Melalui berbagai event tersebut, EO berharap tetap dapat menjaga perputaran ekonomi di sektor penyelenggaraan acara. “Semakin banyak event dibuat, semakin banyak juga transaksi ekonomi yang terjadi. Itu yang sedang kami upayakan sekarang,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo