Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Terdampak Konflik di Timur Tengah, Pengusaha Travel Umrah Dibayangi Kerugian dari Penundaan Penerbangan

Nasya Rahaya • Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:40 WIB

TENANG: Jamaah umrah PT Global Mitra Travelindo mengabadikan momen di depan Ka’bah, Masjidil Haram, Makkah.
TENANG: Jamaah umrah PT Global Mitra Travelindo mengabadikan momen di depan Ka’bah, Masjidil Haram, Makkah.

KALTIMPOST.ID - Ketegangan di kawasan Timur Tengah memicu penyesuaian rute hingga penundaan penerbangan sejumlah maskapai internasional yang melintasi wilayah konflik.

Sejumlah media internasional melaporkan beberapa maskapai membatalkan maupun mengalihkan penerbangan demi alasan keselamatan. Dampaknya, jadwal perjalanan ribuan penumpang ikut terganggu, termasuk jamaah umrah dari berbagai negara.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama juga sempat mengimbau masyarakat agar mempertimbangkan penundaan keberangkatan umrah hingga kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah lebih stabil.

Kondisi tersebut mulai dirasakan oleh biro perjalanan umrah. Tak terkecuali biro perjalanan umrah asal Balikpapan, Global Travelindo.

Direktur PT Global Mitra Travelindo, Muh Ashar Effendi mengatakan situasi geopolitik saat ini berdampak langsung pada operasional travel, baik untuk keberangkatan maupun kepulangan jamaah.

“Iya benar, sangat berdampak, terutama untuk keberangkatan dan kepulangan jamaah,” ujarnya kepada Kaltim Post. Ia menuturkan, travel yang dipimpinnya sempat menghadapi kendala pada kepulangan jamaah yang seharusnya kembali ke Indonesia pada 1 Maret.

Akibat gangguan penerbangan, rombongan tersebut harus tertahan di Jeddah selama beberapa hari. “Rombongan kami yang seharusnya pulang tanggal 1 Maret sempat tertahan di Jeddah. Akhirnya dari pihak travel kami inapkan jamaah selama lima malam di sana,” katanya.

Menurut Ashar, maskapai kemudian melakukan penataan ulang jadwal penerbangan bagi penumpang yang tertunda. Dari proses tersebut, rombongan jamaah Global Travelindo yang berjumlah 41 orang akhirnya mendapat prioritas kepulangan.

“Alhamdulillah rombongan kami yang 41 orang diprioritaskan untuk pulang tanggal 6 Maret menggunakan Malaysia Airlines. Tadi pagi semuanya sudah sampai di Balikpapan,” jelasnya.

Meski persoalan kepulangan jamaah sudah teratasi, kekhawatiran masih membayangi jadwal keberangkatan berikutnya. Dalam waktu dekat, Global Travelindo masih memiliki beberapa kelompok jamaah yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci.

Salah satunya rombongan yang dijadwalkan berangkat pada 13 Maret menggunakan maskapai Fly Deal melalui Makassar menuju Jeddah. Selain itu, pada 14 Maret terdapat sekitar 80 jamaah yang direncanakan terbang dari Balikpapan menggunakan Malaysia Airlines.

Ashar mengatakan seluruh kebutuhan perjalanan untuk jadwal tersebut sudah dipersiapkan sejak jauh hari. “Status booking-nya sudah confirm semua. Tiket pesawat sudah full payment, hotel di Makkah dan Madinah juga sudah full payment, visanya juga sudah keluar,” ujarnya.

Ia mengakui pembatalan perjalanan berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi travel karena sebagian besar biaya tidak dapat dikembalikan. “Kalau flight mungkin masih bisa reschedule atau refund, tapi untuk hotel itu tidak ada pengembalian. Visa juga ada masa berlakunya, kalau tidak dipakai otomatis hangus,” jelasnya.

Menurut Ashar, gangguan penerbangan sejauh ini lebih banyak terjadi pada maskapai yang menggunakan rute transit seperti Malaysia Airlines, Qatar Airways, dan Etihad. Sementara maskapai dengan penerbangan langsung ke Arab Saudi seperti Lion Air, Garuda Indonesia, Saudi Airlines, dan Fly Deal masih beroperasi normal.

“Kita pahami beberapa maskapai transit memang mengalami penundaan atau cancel flight. Tapi pesawat direct seperti Lion, Garuda, Saudi, dan Fly Deal masih terbang,” katanya. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menjaga kepercayaan jamaah. Selama penerbangan masih tersedia, travel akan tetap memberangkatkan jamaah sesuai jadwal.

“Selama pesawat masih terbang dan schedule flight masih ada, insyaallah kami tetap akan memberangkatkan jamaah. Kecuali kalau ada cancel flight, baru kita lakukan reschedule,” ujarnya.

Ia menegaskan pihaknya juga siap menanggung biaya tambahan apabila terjadi perubahan jadwal yang berdampak pada jamaah. “Saya pribadi sebagai owner punya komitmen, kalau terjadi hal di luar rencana seperti cancel flight kemudian harus reschedule, kami akan membelikan hotel ulang kepada jamaah tanpa meminta satu peser pun biaya tambahan,” tegasnya.

Menurut Ashar, dalam bisnis perjalanan umrah selalu ada kemungkinan untung maupun rugi. Namun menjaga kepercayaan jamaah tetap menjadi prioritas utama bagi perusahaan. “Bisnis itu sejatinya ada dua, untung dan rugi. Kalau ditakdirkan harus mengalami kerugian, berarti saat itu kita rugi. Kalau Allah takdirkan dapat keuntungan, insyaallah kita untung,” ujarnya.

Ia berharap situasi di Timur Tengah segera mereda sehingga jadwal penerbangan kembali normal dan program perjalanan umrah dapat berjalan lancar. “Mudah-mudahan kondisi ini cepat berlalu sehingga jadwal penerbangan bisa normal kembali dan program umrah untuk musim depan juga bisa berjalan tanpa hambatan,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#timur tengah #pengusaha travel #penundaan penerbangan #konflik #penerbangan #umrah #jamaah #kerugian